Deteksi Dini, Perkuat Antisipasi Konflik di Pemalang Lewat Pindai SITAPAK
RABN.CO.ID, PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memperkuat strategi deteksi dini potensi konflik sosial lewat sistem digital Pindai SITAPAK (Sistem Informasi Tata Kelola Penanganan Konflik). Langkah ini menjadi bagian dari program nasional untuk menjaga stabilitas sosial dan mempercepat respon terhadap potensi gangguan keamanan di tingkat desa.
Upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia pada bidang Penanganan konflik. Kesatuan Bangsa dan Politik Propinsi Jawa Tengah mengadakan pelatihan kepemimpinan Nasional tingkat II. Yang dilaksanakan dihalaman parkir kantor Kesbangpol Pemalang.
Peserta yang hadir dalam program tersebut,para Stakeholder yang membidangi peta politik dan peta konflik di daerahnya masing-masing,para pimpinan OPD dan Unsur. TNI – Polri serta stakeholder Pemkab Pemalang.(23/10/2025)
Bagus Sutopo,Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemkab Pemalang,mengusung tema Pindai ( Pemindaian) Sistem Informasi Tata Kelola Penanganan Konflik (SITAPAK),bahwa “Pindai SITAPAK” menjadi instrumen penting dalam memetakan potensi konflik berbasis data. “Melalui aplikasi ini, pemerintah daerah dapat memantau dinamika sosial di lapangan secara real-time dan melakukan antisipasi lebih cepat,” ujarnya Rabu malam (22/10).
Pindai SITAPAK memungkinkan integrasi laporan dari camat, kepala desa, serta aparat keamanan untuk mendeteksi dini isu-isu yang berpotensi menimbulkan gesekan masyarakat. Sistem ini juga membuka ruang bagi analisis berbasis bukti yang bisa dijadikan dasar kebijakan penanganan.
Dalam implementasinya, Kesbangpol bekerja sama dengan TNI, Polri, tokoh agama, dan organisasi masyarakat untuk memperkuat jejaring komunikasi sosial. Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi konflik di daerahnya masing – masing.
“Pencegahan lebih penting daripada penanganan. Dengan Pindai SITAPAK, kita bisa melihat tanda-tanda awal sebelum konflik membesar,” kata Bagus.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Pemalang yang damai, responsif, dan berdaya sosial tinggi melalui inovasi teknologi dan sinergi lintas sektor.
“Tidak ada pembangunan tanpa kedamaian.Menjaga harmonis sosial adalah pondasi utama keberlanjutan daerah,” Pungkasnya.(MF/RK)
Editor : Sofid











