News

Noktah Hitam Potret Buruk Area Parkir Toko Basa, Ketegasan Dishub Pemalang di Pertanyakan

×

Noktah Hitam Potret Buruk Area Parkir Toko Basa, Ketegasan Dishub Pemalang di Pertanyakan

Sebarkan artikel ini

Noktah Hitam Potret Buruk Area Parkir Toko Basa, Ketegasan Dishub Pemalang di Pertanyakan

RABN.CO.ID, PEMALANG – Area Parkir di depan toko Basa jadi sorotan tajam.Citywalk Jalan Jenderal Sudirman Pemalang kini mulai menampakkan wajah barunya. Trotoar lebar, penerangan jalan yang hidup di malam hari, hingga deretan taman kecil memberi kesan kota yang kian tertata. Namun di balik rapi dan indahnya wajah kota, potret buruk masih tampak di depan mata — area parkir di sekitar Toko Basa yang semrawut dan tidak tertib.(25/10/2025)

Setiap sore hingga malam, deretan kendaraan roda dua dan empat menumpuk di badan jalan. Jalur pedestrian yang seharusnya menjadi ruang nyaman bagi pejalan kaki, berubah menjadi lahan parkir liar. “Kalau sore, susah jalan. Motor parkir sampai depan trotoar,” keluh Budi, warga sekitar yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.

Ketika Citywalk mulai menjadi wajah baru kota, area parkir Toko Basa justru menjadi noktah hitam yang mencederai keindahan. Pengawasan lemah, penataan parkir tanpa garis pandu, dan pungutan liar menjadi cerita yang berulang. Padahal, Dishub Pemalang telah lama menggadang penertiban parkir sebagai bagian dari “Gerakan Tertib Lalu Lintas Perkotaan”.

Namun, di lapangan cerita berbeda. Petugas parkir kerap beroperasi tanpa seragam resmi, retribusi parkir tak jelas setoran, dan masyarakat dibiarkan beradaptasi dengan “aturan bayangan.”

Publik bertanya- tanya,kemana uang retribusi tersebut mengalir?, ke kantong pribadi,dibagi-bagi,atau masuk kotak Pandora ?

“Ini bukan sekadar masalah parkir, tapi soal tata kelola kota,” ujar seorang pemerhati tata ruang Pemalang yang enggan disebut namanya. Menurutnya, Dishub menghadapi pekerjaan rumah besar untuk memastikan area Citywalk benar-benar menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan tertib.

Pemalang tak kekurangan papan slogan,tapi miskin tindakan.Parkir liar didepan Toko Basa sudah jadi potret klasik ketidakpedulian.

Jika Dishub tetap diam,maka diamnya itu bukan lagi kelalaian,tapi bentuk pembiaran.Dan pembiaran,dalam bahasa publik,tak ada bedanya dengan ikut menabrak aturan.

Kini, publik menanti langkah tegas Dishub dan Satpol PP. Apakah akan ada tindakan nyata, atau justru pembiaran yang kembali mengakar?
Citywalk boleh jadi tertata, tapi tanpa disiplin di lapangan, wajah kota tetap tampak berantakan.(MF)

Editor : Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *