News

Dari Lapangan ke Pabrik,Nasib Mantan Pebulutangkis Indonesia, Iguh Donolego, Yang Kini Jadi Operator Mesin Slender

×

Dari Lapangan ke Pabrik,Nasib Mantan Pebulutangkis Indonesia, Iguh Donolego, Yang Kini Jadi Operator Mesin Slender

Sebarkan artikel ini

Dari Lapangan ke Pabrik,Nasib Mantan Pebulutangkis Indonesia, Iguh Donolego, Yang Kini Jadi Operator Mesin Slender

RABN.CO.ID PEMALANG – Nama Iguh Donolego,berdiri nomor 3 dari kiri, mungkin sudah jarang terdengar di telinga generasi muda pecinta bulu tangkis. Namun di era 1990-an, sosok putra daerah asal Pemalang ini sempat menjadi salah satu atlet yang membawa kebanggaan bagi Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.(9/11/2025)

Iguh dikenal sebagai pebulutangkis tangguh yang mewakili Indonesia di berbagai ajang turnamen bergengsi dunia. Salah satu pencapaian yang tak terlupakan adalah ketika ia bersama pasangannya Yoseph Poa berhasil menjadi juara Hylo Open tahun 1993, menjadikannya ganda putra Asia pertama yang menjuarai turnamen bergengsi tersebut. Prestasi ini sekaligus menempatkan nama Indonesia di jajaran pemenang bulu tangkis Eropa pada masa itu.

Selain berkarier sebagai atlet, Iguh juga sempat berkiprah di Eropa, memperkuat Badminton Club di Genève (Swiss) dan turut mengantarkan klub tersebut meraih gelar juara Swiss Interclubs. Kiprahnya di kancah internasional membuatnya dikenal sebagai salah satu pemain berpengalaman yang disegani di lapangan.

Tak berhenti di situ, selepas masa aktifnya sebagai pemain, Iguh juga menyalurkan kemampuannya dengan menjadi pelatih bulu tangkis, membantu melahirkan banyak bibit muda yang kini meneruskan semangat perjuangan di dunia olahraga tepok bulu tersebut.

Namun, seiring berjalannya waktu, kehidupan membawanya ke jalur berbeda. Kini, Iguh telah alih profesi menjadi operator slender, sebuah pekerjaan yang jauh dari sorotan publik, namun tetap dijalaninya dengan penuh tanggung jawab dan semangat.

Kisah perjalanan Iguh Donolego,menjadi pengingat bahwa sosok-sosok berprestasi di masa lalu tidak boleh dilupakan begitu saja. Mereka pernah berjuang mengharumkan nama bangsa dan daerah, meski kini menjalani kehidupan yang sederhana.

“Bulu tangkis sudah jadi bagian hidup saya. Walaupun sekarang sudah tidak di lapangan lagi, semangat juangnya tetap saya bawa,” ujar Iguh dalam sebuah kesempatan.

Perjalanan hidup Iguh Donolego menjadi inspirasi bagi generasi muda Pemalang untuk terus berjuang, apapun medan dan profesinya. Dari lapangan internasional hingga dunia kerja, semangat pantang menyerah tetap menjadi ciri khasnya — sosok legenda yang kini terlupakan, namun tak pernah padam jasanya.(Red/Rukhin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *