KORPS MARINIR Gerak Cepat , Selamatkan Warga Terjebak Banjir Bandang di Sumatera Utara
RABN.CO.ID, SUMUT – Korps Marinir TNI Angkatan Laut bergerak cepat melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Utara. Pengerahan kekuatan ini dilakukan atas perintah langsung Panglima Korps Marinir (Pangkormar), Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, menyusul meningkatnya jumlah korban serta semakin kompleksnya kondisi lapangan.(30/11/2025)
Daerah Terdampak Meluas, Akses Banyak Terputus.
Sejumlah kawasan dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat bencana yang dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi. Wilayah tersebut antara lain:
Kota Sibolga.
Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kabupaten Tapanuli Selatan.
Beberapa kecamatan di jalur aliran sungai dan lereng perbukitan.
Rumah-rumah warga terendam, akses transportasi lumpuh, dan sebagian wilayah masih sulit dijangkau akibat material banjir serta longsor. Ratusan warga kini mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
Yonif 8 Marinir Dikerahkan, Akses Terisolasi Mulai Terbuka.
Sebagai langkah cepat, Pangkormar mengerahkan prajurit dari Batalyon Infanteri 8 Marinir, dipimpin langsung oleh Danyonif 8 Marinir Letkol Marinir Laili, untuk memperkuat operasi SAR khususnya di wilayah Kabupaten Langkat. Fokus operasi berada di:
Desa Pelawi, Kecamatan Sei Lepan.
Kampung Terowongan, Kecamatan Babalan.
Kehadiran prajurit Marinir ini signifikan dalam mempercepat pembukaan akses dan evakuasi pada sektor yang sebelumnya benar-benar terisolasi.
Evakuasi Ekstrem di Arus Deras.
Menggunakan perahu karet, prajurit Marinir menyusuri arus deras untuk mengevakuasi warga yang terjebak. Banyak warga ditemukan:
Bertahan di dalam rumah yang terendam.
Berada di atap bangunan.
Hingga berada di atas pohon untuk menyelamatkan diri.
Meski kondisi licin, arus deras, serta ancaman longsor susulan, prajurit Yonif 8 Marinir berhasil menyelamatkan puluhan warga, termasuk anak-anak dan lansia.
Operasi SAR Berlanjut, Cuaca Ekstrem Masih Ancam Wilayah.
Hingga berita ini diterbitkan, operasi SAR masih berlangsung intensif dan seluruh unsur Marinir bersama tim SAR gabungan tetap siaga 24 jam. Pemerintah daerah mengimbau warga tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Korps Marinir TNI AL memastikan akan terus memberikan dukungan penuh dalam penanganan darurat hingga seluruh masyarakat terdampak dapat dievakuasi dan akses wilayah kembali pulih.(red-tim liputan)
(Doc:Dispen Pasmar-1)











