Sebanyak 25 Peserta Seleksi Perangkat Desa Kabunan Dinyatakan Lolos Verifikasi Faktual, Proses Diminta Tetap Transparan
RABN.CO.ID, PEMALANG – Sebanyak 25 peserta seleksi perangkat Desa Kabunan Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang,dinyatakan lolos verifikasi faktual setelah panitia melakukan pemeriksaan langsung terhadap berkas serta keabsahan data calon. Keputusan tersebut diumumkan pada Kamis (4/12) siang di aula balai desa dan menjadi tahap krusial sebelum peserta melaju ke proses seleksi berikutnya.(5/12/2025).
Dari 25: Peserta yang dinyatakan lolos verifikasi faktual, sebanyak 16 orang merupakan pelamar untuk formasi Kaur Umum.
Sementara 9 lainnya melamar pada formasi Kaur Perencanaan.Komposisi ini sekaligus menegaskan tingginya minat pada posisi Kaur Umum yang menjadi formasi yang paling banyak diminati tahun ini.
Menurut sumber : Bahwa ketua panitia seleksi (Pansel) menyebut proses verifikasi faktual dilakukan dengan pengecekan lapangan, pencocokan dokumen, serta penelusuran administratif. “Seluruh peserta yang lolos sudah memenuhi standar yang ditetapkan. Kami pastikan verifikasi dilakukan sesuai aturan,” ujarnya.
Keterlibatan oknum BPD sebagai ketua Pansel, jadi sorotan tajam.
Sesuai Permendagri RI Nomor : 110 tahun 2016. Tentang Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tidak dibenarkan sebagai Ketua Pansel.dapat menjadi penegasan,bahwa proses seleksi perangkat desa harus tunduk pada aturan, bukan pada kehendak pihak tertentu.
Struktur kelembagaan yang sudah diatur undang-undang seharusnya menjadi pagar agar tidak ada rangkap peran.
Namun, sejumlah warga serta pegiat masyarakat sipil meminta Pansel menjaga transparansi di tahap berikutnya.
Mereka menilai keterbukaan informasi menjadi kunci untuk menghindari prasangka buruk dalam proses rekrutmen perangkat desa yang selama ini kerap disorot.Pengalaman rekruitment Perangkat desa tahun lalu yang sarat KKN,jangan sampai terulang kembali di tahun ini.
“Pengumuman ini memang langkah awal yang baik, tapi transparansi harus dijaga sampai akhir.
Publik menunggu proses seleksi yang tidak hanya sah, tetapi juga terlihat sah,” kata salah satu tokoh lokal.
Sejumlah peserta menyambut kabar kelolosan ini dengan optimistis, namun sebagian menilai mekanisme penyampaian informasi masih perlu diperbaiki.
Beberapa calon berharap jadwal dan tahapan seleksi berikutnya diumumkan secara lebih jelas dan transparan.
Di tengah derasnya tuntutan keterbukaan itu, publik berharap seleksi perangkat desa kali ini dapat menjadi contoh praktik rekrutmen yang akuntabel. Harapan itu sederhana: proses yang rapi, terbuka, dan tidak menyisakan ruang gelap yang memicu kecurigaan.Pungkasnya. ( Red-MF)
Editor: Sofid











