News

SMPN 4 Pemalang Gelar Kegiatan Kokuriler Bertema Kebhinekaan, Libatkan 946 Siswa

×

SMPN 4 Pemalang Gelar Kegiatan Kokuriler Bertema Kebhinekaan, Libatkan 946 Siswa

Sebarkan artikel ini

SMPN 4 Pemalang Gelar Kegiatan Kokuriler Bertema Kebhinekaan, Libatkan 946 Siswa

RABN.CO.ID, PEMALANG – 6 Desember 2025, SMP Negeri 4 Pemalang menggelar rangkaian kegiatan kokuriler terpadu pada Sabtu (6/12), yang melibatkan seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9. Mengusung tema “Kebhinekaan”, kegiatan ini dirancang sebagai pendamping pembelajaran intrakurikuler untuk memperkuat kualitas pendidikan, karakter, serta kompetensi sosial peserta didik.

Acara dibuka langsung oleh Kepala SMPN 4 Pemalang, Hadi Harnoto, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan pembelajaran melalui tiga pilar utama kurikulum.

“Kegiatan kokuriler merupakan kegiatan pendamping dan penopang intrakurikuler. Dalam kurikulum pembelajaran mendalam, terdapat tiga bagian penting: intrakurikuler, kokuriler, dan ekstrakurikuler. Ketiganya harus berjalan seimbang untuk meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran siswa,” ujarnya.

Rangkaian Kegiatan per Tingkat

Kelas 7: Market Day – Pemasaran Kuliner
Siswa kelas 7 melaksanakan market day dengan menampilkan aneka kreasi kuliner. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga mengasah keterampilan kewirausahaan dan komunikasi siswa dalam pemasaran produk.

Kelas 8: Kebhinekaan — Tari Pararaten Pemalang
Siswa kelas 8 mempelajari dan menampilkan Tari Pararaten, salah satu kekayaan seni budaya Pemalang. Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak mengenali dan merawat identitas budaya lokal sebagai bagian dari keberagaman nasional.

Kelas 9: Kunjungan Cagar Budaya & Instansi Pemerintahan
Kelas 9 mengikuti kunjungan edukatif ke sejumlah titik, yaitu Rumah Dinas Bupati Pemalang, Dinas Kesehatan, dan Kesbangpol. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan kebangsaan, kesehatan publik, serta pemahaman tentang tata kelola pemerintahan daerah.

Melibatkan 946 Siswa

Total 946 siswa terlibat dalam kegiatan kokuriler tahun ini. Setiap kegiatan juga dilengkapi penilaian individu dan kelompok, sebagai bagian dari asesmen autentik yang menilai keterlibatan, kreativitas, sikap, dan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.

Pihak sekolah menegaskan bahwa kegiatan kokuriler tematik ini akan terus dikembangkan sebagai upaya mendorong pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan berkarakter.(Red/RS)

Editor: Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *