Ketika Huruf “M” Terlepas dan Jatuh Pada Ornamen Citywalk Pemalang ada Apa ?
RABN.CO.ID, PEMALANG – Citywalk belum diresmikan namun sudah menyedot perhatian publik satu ornamen huruf “M” terlepas dan jatuh. Dalam kultur Jawa, alam bukan sekedar ruang hidup , melainkan bahasa simbolik yang terus berbicara kepada manusia. Setiap perubahan keanehan,atau peristiwa tak lazim kerap dimaknai sebagai tanda -tanda, isyarat yang mengundang pesan moral.
Salah satu yang kembali diperbincangkan adalah tafsir tanda alam huruf “M” yang jatuh.
Huruf “M” kerap dihubungkan dengan banyak makna: manusia, moral, makutha [kekuasaan], hingga murka.Ketika simbol itu dimaknai “Jatuh” tafsirannya bergeser pada keruntuhan nilai,pudarnya wibawa,atau goyangnya tatanan yang selama ini diagungkan.
Pada Sabtu malam, 13 Desember 2025, ratusan warga tampak berbondong-bondong mendatangi area tersebut untuk berjalan santai hingga berswafoto, menjadikannya magnet baru ruang publik kota.
Namun di balik antusiasme warga, muncul catatan serius. Sejumlah ornamen, termasuk huruf ikon “Pemalang”, dilaporkan sudah mengalami kerusakan meski proyek belum diserahterimakan. Kondisi ini memantik kritik publik terhadap kualitas material dan pengawasan pelaksanaan proyek.
Salah seorang pengunjung asal Kebondalem menyampaikan kekecewaannya.
“Belum apa-apa sudah rusak. Materialnya jelek, Mas. Tolong sampaikan ke pekerjanya, soalnya masih ada yang lembur di sebelah sana,” ujarnya di lokasi.
Perlu ditegaskan, Citywalk masih berada dalam masa tanggung jawab kontraktor, yakni . Dengan temuan kerusakan dini tersebut, pemerintah daerah wajib segera berkoordinasi dan menuntut perbaikan menyeluruh sesuai spesifikasi kontrak.
Proyek Citywalk telah digadang-gadang sebagai ruang publik strategis sekaligus pengungkit ekonomi warga di jantung kota . Karena itu, publik menuntut ketegasan Pemda agar proyek bernilai miliaran rupiah ini tidak bernasib sama seperti banyak proyek lain yang cepat rusak, minim perawatan, dan akhirnya mangkrak.
Pengawasan pasca pembangunan menjadi kunci. Membangun boleh ambisius, tetapi merawat adalah ujian sesungguhnya. Citywalk adalah uang rakyat—seharusnya awet, aman, dan berkelanjutan manfaatnya. Pemerintah daerah diharapkan tidak menormalisasi kualitas rendah, serta memastikan kontraktor menunaikan kewajiban perawatan dan perbaikan sebelum proyek benar-benar diserahkan dan dibuka resmi untuk publik.(Red/RS).
Editor : Sofid











