Rehabilitasi Daerah Irigasi di Desa Semingkir Pemalang Jadi Disorot Tajam
RABN.CO.ID, PEMALANG – Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi (D.I) Nambo yang berlokasi di Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, menuai sorotan tajam . Pekerjaan yang seharusnya meningkatkan fungsi dan daya tahan saluran irigasi justru memunculkan kekhawatiran terkait kualitas konstruksi.Kamis ( 18/12/2025)
Di sejumlah titik, warga menemukan kebocoran pada pasangan batu, dengan rembesan air yang masih terlihat keluar dari sela-sela susunan batu. Tak hanya itu, beberapa bagian pasangan batu diduga tidak dikerjakan secara penuh, melainkan hanya menempel “numpang” pada bangunan lama tanpa pembongkaran menyeluruh.
Pekerja Akui Manfaatkan Kondisi Awal
Sorotan warga semakin menguat setelah awak media melakukan konfirmasi langsung di lokasi pekerjaan pada Kamis (18/12/2025). Salah satu pekerja mengakui bahwa sebagian pasangan memang masih memanfaatkan struktur lama.
“Iya Mas, memang ada beberapa bagian yang masih numpang kondisi awal,” ujar pekerja
Pengakuan ini mempertegas dugaan warga bahwa pekerjaan rehabilitasi belum sepenuhnya mengikuti standar perbaikan total sebagaimana mestinya.
Adukan Mudah Hancur, Kualitas Dipertanyakan
Temuan lain yang mengundang tanda tanya publik,adalah kualitas adukan pasangan batu. Saat ditunjukkan contoh material yang sudah terpasang, adukan tampak mudah hancur. Kondisi ini mengindikasikan adukan tidak optimal, diduga akibat komposisi semen yang kurang serta penggunaan pasir dengan kadar tanah cukup tinggi.
Jika benar demikian, kualitas konstruksi dinilai rawan dan berpotensi menurunkan umur bangunan irigasi yang seharusnya berfungsi dalam jangka panjang.
Warga Minta dinas terkait , lakukan perbaikan dan pengawasan ketat,secara menyeluruh
Keluhan juga datang dari warga sekitar lokasi proyek. Salah satu warga berharap pasangan batu tidak dibuat terlalu miring, melainkan lebih ditegakkan agar akses jalan di sekitarnya lebih lebar dan kuat, sekaligus memberikan manfaat secara maksimal bagi masyarakat dan petani.
Warga mendesak dinas terkait ,untuk turun langsung ke lapangan, melakukan pengawasan dan evaluasi menyeluruh. Menurut mereka, proyek yang dibiayai anggaran negara harus mengedepankan kualitas, bukan sekadar mengejar penyelesaian fisik.
Proyek Irigasi yang di bangun dengan uang Rakyat jangan Sekadar Formalitas
Masyarakat khawatir jika temuan-temuan tersebut dibiarkan tanpa perbaikan serius, rehabilitasi D.I Nambo hanya akan menjadi proyek formalitas yang rawan rusak kembali. Dampaknya, tujuan utama peningkatan fungsi irigasi demi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan lokal dikhawatirkan tidak tercapai.
Warga berharap ada tindakan tegas dan transparan dari pihak berwenang agar proyek rehabilitasi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi Desa Semingkir dan sekitarnya, sekaligus menjadi contoh akuntabilitas pembangunan infrastruktur di daerah.(Red/Ruhin)
Editor: Sofid











