News

Jembatan Desa Kalitorong Ambruk, Diduga Dibangun Asal-asalan: Ancaman Nyata Bagi Keselamatan Warga

×

Jembatan Desa Kalitorong Ambruk, Diduga Dibangun Asal-asalan: Ancaman Nyata Bagi Keselamatan Warga

Sebarkan artikel ini

Jembatan Desa Kalitorong Ambruk, Diduga Dibangun Asal-asalan: Ancaman Nyata Bagi Keselamatan Warga

RABN.CO.ID, PEMALANG – Bangunan jembatan penghubung Kecamatan Randudongkal–Kecamatan Bantarbolang, tepatnya di Desa Kalitorong, Kabupaten Pemalang, mengalami kerusakan parah meski belum lama selesai dikerjakan.(16/1/2026).

Badan jembatan terlihat ambruk tergerus air hujan, memicu dugaan kuat bahwa pekerjaan konstruksi tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Pantauan di lapangan menunjukkan bagian badan jembatan terkikis hingga struktur tampak rapuh. Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan, mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital penghubung antar kecamatan.

Diduga Dikerjakan Asal-asalan

Proyek jembatan tersebut diketahui menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pemalang dengan nilai kontrak Rp249.813.849,15.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan dilaksanakan oleh CV. Airlangga dengan Surat Perintah Kerja (SPK) tertanggal 21 Oktober 2025.
Rincian pelaksanaan proyek mencantumkan:

•Waktu pelaksanaan: 70 hari kalender
•Masa pemeliharaan: 90 hari kalender
•Penanggung jawab: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-TR) Kabupaten Pemalang
Namun, kerusakan yang terjadi sebelum masa pemeliharaan berakhir menimbulkan pertanyaan serius terkait mutu pekerjaan dan pengawasan proyek.

Unit Pemeliharaan Jalan Irigasi [UPJI] Bantarbolang Akui, Rekanan Belum Bisa Dihubungi

Dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp, Andi, Kepala Unit Pemeliharaan Jalan dan Irigasi (UPJI) Bantarbolang membenarkan adanya kerusakan pada badan jembatan yang baru dibangun tersebut.

“Sudah kami infokan ke bidang dan rekanan. Pihak rekanan ditelpon juga tidak aktif karena masih umroh, mungkin dua atau tiga hari baru pulang,” ujarnya

Pernyataan tersebut justru menambah sorotan tajam, mengingat masa pemeliharaan masih berjalan dan tanggung jawab perbaikan sepenuhnya berada di pihak rekanan.

Pengawasan DPU-TR Dipertanyakan

Kerusakan parah pada proyek infrastruktur yang dibiayai menggunakan uang negara ini memunculkan kritik terhadap fungsi pengawasan DPU-TR Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Pemalang.

Publik menilai lemahnya kontrol mutu berpotensi membuka ruang pemborosan anggaran serta membahayakan keselamatan masyarakat.

Sejumlah warga meminta agar DPU-TR segera mengambil langkah tegas, termasuk:
•Memerintahkan CV.Airlangga segera lakukan perbaikan.
•Melakukan audit teknis pekerjaan secara menyeluruh.
•Memberikan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran spesifikasi teknis

Desakan Transparansi dan Tanggung Jawab

Kasus ini menambah daftar panjang proyek infrastruktur daerah yang kualitasnya dipertanyakan.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah untuk tidak hanya berfokus pada serapan anggaran, tetapi juga menjamin kualitas, ketahanan, dan keselamatan setiap proyek yang dibiayai APBD.

Hingga berita ini diturunkan, pihak CV Airlangga maupun DPU-TR Kabupaten Pemalang belum memberikan keterangan resmi.(Red/Tim Liputan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *