News

Status Bendungan Nambo Naik ke AWAS, Debit Sungai Comal Tembus 693 Ribu Liter per Detik

×

Status Bendungan Nambo Naik ke AWAS, Debit Sungai Comal Tembus 693 Ribu Liter per Detik

Sebarkan artikel ini

Status Bendungan Nambo Naik ke AWAS, Debit Sungai Comal Tembus 693 Ribu Liter per Detik

RABN.CO.ID, PEMALANG – Debit air Sungai Comal di Bendungan Nambo, wilayah selatan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, melonjak tajam dan resmi masuk status AWAS. Peningkatan debit ini terpantau pada Jumat malam, 16 Januari 2026, pukul 19.42 WIB, dengan tinggi limpasan air mencapai 300 sentimeter, jauh di atas ambang batas aman.

Berdasarkan data pemantauan lapangan, debit air Sungai Comal tercatat mencapai 693.166 liter per detik, menandakan potensi risiko banjir di wilayah hilir sungai semakin tinggi.

Kondisi cuaca di sekitar Bendungan Nambo saat pemantauan dilaporkan hujan, sementara data curah hujan di wilayah hulu masih dalam proses pendataan.

Status Naik dari Siaga ke Awas

Bendungan Nambo yang berada di perbatasan Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal dan Desa Wisnu, Kecamatan Watukumpul, sebelumnya berada pada status Siaga. Namun, meningkatnya debit air secara signifikan membuat status bendungan dinaikkan menjadi Awas.

Kepala UPJI 4 yang dikonfirmasi menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi cuaca, terutama jika hujan deras masih berlangsung di wilayah selatan atau daerah hulu (punggung).

“Jika hujan hanya terjadi di sekitar bendung dan wilayah punggung tidak hujan, kondisi relatif masih aman. Namun bila hujan deras terus mengguyur wilayah selatan, debit air sangat berpotensi kembali meningkat,” ujarnya.

Ambang Status Bendungan Nambo
Sebagai informasi, ambang batas status Bendungan Nambo ditetapkan sebagai berikut:

Siap: tinggi air 100 cm
Siaga: tinggi air 200 cm
Awas: tinggi air 250 cm

Dengan tinggi limpasan saat ini mencapai 300 cm, kondisi Bendungan Nambo telah melampaui batas status Awas.

Warga Hilir Diminta Waspada

Pemerintah dan petugas terkait mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah hilir Sungai Comal untuk meningkatkan kewaspadaan, terus memantau perkembangan informasi resmi, serta menyiapkan langkah-langkah antisipasi jika debit air kembali meningkat.

Pemantauan debit dan kondisi cuaca akan terus dilakukan guna mengantisipasi potensi banjir dan dampak lanjutan di wilayah Pemalang dan sekitarnya.(Red/Ruhin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *