News

Refleksi Hari Jadi ke-451 Pemalang: Hadiah untuk Rakyat atau Beban Masa Depan?

×

Refleksi Hari Jadi ke-451 Pemalang: Hadiah untuk Rakyat atau Beban Masa Depan?

Sebarkan artikel ini

Refleksi Hari Jadi ke-451 Pemalang: Hadiah untuk Rakyat atau Beban Masa Depan?

Oleh: Slamet Effendi

RABN.CO.ID, PEMALANG – 22 Januari 2026 – Dua hari lagi, tepat pada tanggal 24 Januari, Kabupaten Pemalang akan memperingati hari jadinya yang ke-451. Sebuah usia yang matang dan sarat makna bagi daerah yang kita cintai bersama.

Hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan, bukan pula hanya pesta rakyat dan rangkaian kegiatan simbolik. Lebih dari itu, momen ini seharusnya menjadi ruang refleksi: sejauh mana pembangunan benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Pemalang.

Pertanyaan yang wajar muncul di benak publik adalah: hadiah apa yang sesungguhnya akan diberikan Bupati Pemalang kepada rakyatnya?

Apakah pembangunan ke depan benar-benar akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, atau justru hanya menjadi kamuflase kebijakan dengan memperbanyak pinjaman daerah atas nama percepatan pembangunan, yang pada akhirnya berpotensi menyengsarakan rakyat di masa depan?

Utang daerah bukanlah hal yang sepenuhnya keliru. Namun, ketika kebijakan tersebut tidak disertai perhitungan matang, transparansi, serta manfaat jangka panjang yang jelas, maka risiko yang ditanggung rakyat akan jauh lebih besar dibandingkan keuntungan yang dijanjikan.

Di sinilah peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menjadi sangat vital.

Sebagai lembaga yang memiliki fungsi budgeting, legislasi, dan pengawasan, DPRD harus benar-benar bersikap kritis terhadap setiap kebijakan eksekutif. Jangan sampai Kabupaten Pemalang “digadaikan” secara brutal demi ambisi dan kepentingan segelintir pihak.

DPRD bukan tukang stempel kekuasaan.

DPRD adalah benteng terakhir rakyat agar tidak terjerumus ke jurang kemiskinan struktural akibat kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat luas.

Tahun ini, kondisi alam menunjukkan tantangan yang semakin berat. Cuaca ekstrem, ancaman banjir, longsor, hingga krisis pangan menjadi persoalan nyata yang dihadapi masyarakat bawah, khususnya petani dan nelayan.

Oleh karena itu, sudah semestinya kebijakan daerah difokuskan pada:
• Antisipasi dan mitigasi bencana
• Penguatan ketahanan pangan
• Perlindungan ekonomi masyarakat kecil
• Penguatan sektor pertanian dan perdesaan

Bukan sebaliknya, menghabiskan anggaran pada proyek-proyek fantastis yang tampak megah, namun minim dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.

Selain itu, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang saat ini masih sehat dan memiliki potensi pendapatan juga harus dijaga. Jangan sampai BUMD justru ditarik ke jurang utang besar hanya demi kepentingan sesaat yang berisiko membebani keuangan daerah di kemudian hari.

Masyarakat Pemalang hari ini menunggu aksi nyata DPRD, bukan sekadar pernyataan normatif. Rakyat ingin melihat keberanian wakilnya dalam mengawal kebijakan publik, memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara tepat, adil, dan berpihak pada kepentingan bersama.

Di usia Kabupaten Pemalang yang ke-451 ini, harapan masyarakat sangat sederhana:
pemerintahan yang jujur, kebijakan yang bijak, dan pembangunan yang benar-benar mensejahterakan.

Semoga Pemalang semakin baik, semakin kuat, dan semakin sejahtera.

Dirgahayu Kabupaten Pemalang ke-451.
Pemalang tercinta, maju tanpa menggadaikan masa depan.(Red/Fdl)

Editor:Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *