Banjir Bandang dan Angin Kencang Warnai Hari Jadi Pemalang ke-451, Satu Warga Ditemukan Meninggal Dunia
RABN.CO.ID, PEMAALANG – 24 Januari 2026 — Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451 tahun ini diwarnai duka. Banjir bandang dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Pemalang selatan tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur dan permukiman, namun juga menelan korban jiwa.
Banjir bandang dilaporkan terjadi di beberapa titik sejak Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB hingga pagi hari. Salah satunya di wilayah Kali Penakir yang meluap dan berdampak pada permukiman warga RT 19. Luapan air membawa material lumpur serta kayu gelondongan yang masuk ke rumah-rumah warga.
Selain itu, derasnya arus banjir menghanyutkan jembatan penghubung antara Dusun Sipendil dan Dusun Silegok, Desa Gunungsari, Kecamatan Pulosari, sehingga akses warga antar dusun terputus total.
Dalam peristiwa tersebut, satu korban jiwa dilaporkan ditemukan meninggal dunia. Korban telah teridentifikasi atas nama Tanto (35), warga Desa Penakir, Kecamatan Pulosari. Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan pendataan serta penanganan lanjutan di lokasi terdampak.
Dampak banjir juga dirasakan di dunia pendidikan. SD Negeri 02 Nyalembeng menjadi salah satu fasilitas umum yang terdampak cukup parah. Halaman sekolah dipenuhi tumpukan kayu dan lumpur, mengingat lokasinya yang tidak jauh dari Balai Desa Nyalembeng.
Salah seorang guru SDN 02 Nyalembeng menyampaikan, banjir menyebabkan beberapa ruang kelas tidak dapat digunakan.
“Terdampak banjir dahsyat di antaranya ruang kelas 4, 5, dan 6 yang dipenuhi tumpukan material sampah sehingga tidak bisa digunakan untuk proses belajar mengajar. Ruang kelas 1, 2, dan 3 masih bisa digunakan. Terdampak juga salah satu rumah dinas guru yang atapnya porak-poranda. Untuk sementara, proses belajar siswa dirumahkan,” ujarnya.
Selain banjir bandang, angin kencang juga melanda wilayah Desa Sima Gintung RT 01/02 RW 11, yang menyebabkan sejumlah rumah warga rusak parah dan porak-poranda.
Sejumlah rumah dilaporkan jebol akibat terjangan air dan material banjir. Warga bersama aparat setempat masih melakukan pembersihan lumpur serta evakuasi barang-barang yang terdampak.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan, mengingat intensitas hujan di wilayah Pemalang dan sekitarnya masih tergolong tinggi dan berpotensi memicu bencana susulan.(Red-Tim liputan)
Editor:Sofid











