News

TPS Bojongbata Jadi Sumber Bau Menyengat Saat Hujan, Warga Geram: “Seperti Dibiarkan”

×

TPS Bojongbata Jadi Sumber Bau Menyengat Saat Hujan, Warga Geram: “Seperti Dibiarkan”

Sebarkan artikel ini

TPS Bojongbata Jadi Sumber Bau Menyengat Saat Hujan, Warga Geram: “Seperti Dibiarkan”

RABN.CO.ID, PEMALANG – Penumpukan sampah kembali terjadi di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Bojongbata yang berlokasi di Jalan Karimata, Kabupaten Pemalang. Kondisi ini dikeluhkan warga karena menimbulkan bau menyengat, terutama saat hujan turun.

Pantauan di lokasi menunjukkan tumpukan sampah mengular hingga memakan bahu jalan. Sampah rumah tangga bercampur antara plastik, sisa makanan, hingga limbah organik tampak menggunung tanpa pengelolaan yang memadai. Situasi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

“Kalau hujan itu baunya menyengat sekali. Bukan cuma tidak nyaman, tapi bikin mual. Kami sudah sering mengeluh, tapi sepertinya dibiarkan,” ujar salah satu warga sekitar TPS kepada rabn.co.id, Rabu (4/2/2026).

Warga menilai persoalan sampah di TPS Bojongbata bukan lagi kejadian insidental, melainkan masalah yang berulang. Mereka mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola sampah, terutama di tengah kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang disebut-sebut masih bermasalah dan belum memiliki solusi jangka panjang.

Penumpukan sampah yang dibiarkan berhari-hari juga memicu kekhawatiran munculnya penyakit, berkembangnya lalat, serta pencemaran lingkungan sekitar. Ironisnya, TPS tersebut berada di jalur yang cukup ramai dilalui warga.

“Kami ini bayar retribusi sampah, tapi pelayanan seperti ini. Masa tiap hujan harus menahan bau busuk?” keluh warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait mengenai penyebab keterlambatan pengangkutan sampah maupun langkah konkret untuk mengatasi kondisi di TPS Bojongbata.

Krisis sampah di Pemalang kini kembali dipertanyakan. Tanpa pengelolaan yang serius dan solusi sistemik, TPS hanya akan menjadi “bom waktu” lingkungan, sementara warga terus dipaksa menanggung dampaknya.(Red/Rohman)

Edito:Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *