News

Fasilitas Parkir RSUD dr. M. Ashari Disorot, Warga Pertanyakan Pengelolaan dan Anggaran

×

Fasilitas Parkir RSUD dr. M. Ashari Disorot, Warga Pertanyakan Pengelolaan dan Anggaran

Sebarkan artikel ini

Fasilitas Parkir RSUD dr. M. Ashari Disorot, Warga Pertanyakan Pengelolaan dan Anggaran

RABN.CO.ID, PEMALANG – Kondisi lahan parkir RSUD dr. M. Ashari Kabupaten Pemalang menuai sorotan.Rabu (11/2/26).

Sejumlah pengunjung mengeluhkan kerusakan permukaan parkir yang berlubang dan kerap tergenang air saat hujan.

Padahal, rumah sakit milik pemerintah daerah itu merupakan rujukan utama di Kabupaten Pemalang dan sekitarnya.

Pantauan di lokasi pada pekan ini menunjukkan beberapa titik area parkir tidak rata dan mengalami kerusakan .

Saat hujan turun, genangan air terlihat di sejumlah sudut.

Kondisi tersebut dinilai mengganggu mobilitas kendaraan serta membahayakan pengunjung, terutama pasien lanjut usia dan keluarga pasien yang datang dalam situasi darurat.

“Saat hujan, banyak genangan dan becek. Motor susah parkir karena tidak rata, Ini rumah sakit besar, seharusnya fasilitas parkir lebih diperhatikan,” ujar seorang pengunjung yang meminta namanya tidak ditulis.

Keluhan serupa mengemuka, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Wiji Mulyani, dalam unggahan status WhatsApp yang beredar luas, mempertanyakan kondisi parkir rumah sakit tersebut.

“Assallamualaikum.. Izin tanya Buu.. Tempat parkir RSUD Ashari dari dulu tidak ada perubahan, apa memang tidak ada anggaran ya ibu,” tulisnya dalam status yang diduga ditujukan kepada Direktur RSUD dr. M. Ashari.

Pernyataan itu memicu perhatian publik.
Sejumlah warga menilai kapasitas dan kondisi parkir tidak sebanding dengan tingginya kunjungan pasien setiap hari. Selain itu, retribusi parkir tetap dipungut dari pengunjung.

“Kalau retribusi berjalan terus, mestinya ada perawatan rutin.

Jangan sampai pasien dan keluarga yang sudah dalam kondisi sulit justru terbebani fasilitas yang kurang layak,” kata seorang warga Pemalang.

RSUD dr. M. Ashari merupakan rumah sakit umum daerah yang menjadi tulang punggung layanan kesehatan rujukan di wilayah tersebut. Dalam standar pelayanan fasilitas publik, sarana penunjang seperti area parkir termasuk bagian dari sistem pelayanan terpadu, terutama untuk menjamin aksesibilitas dan keselamatan pengunjung.

Sorotan terhadap lahan parkir ini memunculkan pertanyaan tentang pengelolaan sarana dan prasarana rumah sakit, termasuk alokasi anggaran pemeliharaan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari manajemen RSUD dr. M. Ashari terkait rencana perbaikan maupun penataan ulang area parkir.

Pakar kebijakan publik menilai pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas penunjang layanan kesehatan.

Infrastruktur yang tidak memadai, kata dia, dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap mutu pelayanan rumah sakit.

Warga berharap pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit segera mengambil langkah konkret.

“Sebagai rumah sakit rujukan, fasilitasnya harus mencerminkan standar pelayanan yang baik, bukan sekadar memenuhi fungsi dasar,” ujar warga lainnya.

Perbaikan lahan parkir dinilai bukan hanya soal estetika, melainkan bagian dari tanggung jawab pelayanan publik.

Tanpa pembenahan, keluhan serupa berpotensi terus berulang dan memperlebar jarak antara ekspektasi masyarakat dan kualitas layanan yang diterima.

(Red-Tim liputan)

Editor: Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *