Warga Watukumpul Soroti Peran DPRD, Doni Akbar Tinjau Langsung Bencana Desa Wisnu
RABN.CO.ID, PEMALANG – 16 Februari 2026 – Kekecewaan warga Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang terhadap minimnya perhatian wakil rakyat daerah mencuat ke permukaan. Di tengah kondisi infrastruktur yang rusak parah dan rawan longsor, masyarakat mempertanyakan kehadiran anggota DPRD kabupaten maupun provinsi yang dinilai belum terlihat turun langsung ke lokasi terdampak.
Sorotan itu mengemuka setelah Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi Golkar Dapil Jawa Tengah X, Doni Akbar, meninjau langsung Jembatan Mendelem dan akses jalan menuju Desa Wisnu pada Minggu (15/02/2026) sekitar pukul 17.00–18.00 WIB.
Kehadiran wakil rakyat dari pusat tersebut menjadi perhatian warga, karena dinilai sebagai yang pertama secara langsung melihat kondisi di lapangan pascabencana.
Salah satu warga menyampaikan bahwa selama ini belum pernah ada anggota dewan yang benar-benar datang ke titik bencana di Desa Wisnu. Ia menegaskan pernyataannya bukan untuk membandingkan secara politis, melainkan bentuk ungkapan keheranan masyarakat atas minimnya kunjungan lapangan dari para wakil rakyat daerah. Menurutnya, selama ini yang terlihat hanya melintas tanpa ada peninjauan langsung ke lokasi terdampak.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi Jembatan Mendelem dan ruas jalan menuju Desa Wisnu masih dalam keadaan labil. Beberapa titik mengalami longsoran yang menggerus badan jalan, menyebabkan penyempitan akses dan meningkatkan risiko kecelakaan. Struktur tanah yang belum stabil juga menimbulkan kekhawatiran akan longsor susulan, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Akses tersebut merupakan jalur penting bagi mobilitas warga, termasuk untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan distribusi kebutuhan pokok. Kerusakan infrastruktur berdampak langsung pada kelancaran transportasi serta menambah biaya dan waktu tempuh masyarakat. Warga berharap adanya penanganan cepat dan solusi permanen agar kondisi serupa tidak terus berulang setiap musim penghujan.
Kehadiran Doni Akbar dinilai sebagai bentuk respons atas aspirasi masyarakat di wilayah selatan Pemalang. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung kondisi jembatan dan badan jalan yang terdampak longsor serta menerima sejumlah masukan dari warga setempat terkait kebutuhan perbaikan mendesak.
Meski demikian, masyarakat menegaskan bahwa kunjungan saja tidak cukup. Mereka menginginkan langkah konkret berupa percepatan perbaikan infrastruktur, penguatan tebing rawan longsor, serta koordinasi lintas instansi agar penanganan tidak bersifat sementara. Menurut warga, penanganan darurat tanpa solusi jangka panjang hanya akan membuat masalah berulang.
Situasi ini juga memunculkan pertanyaan publik mengenai peran dan fungsi pengawasan anggota DPRD kabupaten maupun provinsi yang memiliki daerah pemilihan langsung di wilayah tersebut. Warga berharap para wakil rakyat daerah turut hadir, menyerap aspirasi secara langsung, serta mendorong alokasi anggaran yang memadai untuk penanganan infrastruktur di Pemalang selatan.
Kini perhatian tertuju pada langkah lanjutan para pemangku kebijakan. Setelah adanya kunjungan dari wakil rakyat pusat, masyarakat menanti sinergi dan gerak cepat seluruh pihak terkait.
Harapannya, perbaikan Jembatan Mendelem dan akses menuju Desa Wisnu tidak lagi tertunda, sehingga keamanan dan aktivitas warga dapat kembali normal tanpa dihantui ancaman longsor setiap musim hujan.
(Red/Rukhin)
Editor:Sofid











