News

Warga Wisnu–Majakerta Gotong Royong Bangun Jalan Darurat, Camat Watukumpul Turun Langsung ke Lokasi

×

Warga Wisnu–Majakerta Gotong Royong Bangun Jalan Darurat, Camat Watukumpul Turun Langsung ke Lokasi

Sebarkan artikel ini

Warga Wisnu–Majakerta Gotong Royong Bangun Jalan Darurat, Camat Watukumpul Turun Langsung ke Lokasi

RABN.CO.ID, PEMALANG – 17 Februari 2026 – Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan utama masyarakat Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Di tengah kondisi darurat akibat pergerakan tanah yang merusak akses jalan utama penghubung Desa Wisnu dan Desa Majakerta, warga dari dua desa tersebut bahu-membahu membangun jalan dan jembatan darurat agar mobilitas tetap berjalan.

Sejak pagi, puluhan warga terlihat memadati lokasi pembangunan akses alternatif. Dengan peralatan sederhana dan tenaga swadaya, mereka mengangkut material, mencampur adonan cor secara manual, serta membentuk badan jalan sementara. Upaya ini dilakukan sebagai solusi cepat agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan dasar masyarakat tidak lumpuh akibat terputusnya jalur utama.

Pergerakan tanah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan badan jalan mengalami retakan dan penurunan struktur, sehingga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Atas pertimbangan tersebut, warga bersama pemerintah desa sepakat menutup sementara jalur utama dan membangun akses darurat sebagai penghubung sementara antara kedua desa.

Kepala Desa Wisnu, Sutejo, hadir langsung di lokasi untuk memberikan dukungan moril kepada masyarakat. Ia mengapresiasi kekompakan warganya yang tanpa menunggu instruksi panjang langsung bergerak mencari solusi bersama.
“Ini murni inisiatif warga. Kami ingin memastikan akses tetap ada, meskipun sifatnya sementara. Keselamatan dan kelancaran aktivitas warga menjadi prioritas,” ujarnya di sela kegiatan.

Dari Desa Majakerta, tokoh masyarakat sekaligus mantan kepala desa, Dedi, turut turun tangan membantu proses pengecoran. Ia menyebutkan bahwa kondisi darurat seperti ini menuntut kebersamaan tanpa melihat latar belakang.
“Kalau sudah menyangkut kepentingan bersama, tidak ada sekat. Semua turun tangan,” katanya.

Pembangunan jembatan darurat juga mendapat dukungan material dari Anggota DPR-RI Komisi VI Fraksi Golkar Dapil X Jawa Tengah ,Doni Akbar, yang menyalurkan bantuan guna mempercepat proses pengerjaan akses penghubung Majakerta–Wisnu.
Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat konstruksi jembatan sementara agar mampu menopang beban kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

Kehadiran unsur pemerintah kecamatan turut mewarnai kegiatan tersebut. Camat Watukumpul , Arief Rahman Hakim,hadir langsung memantau proses pembangunan dan berdialog dengan warga. Ia menegaskan bahwa peran birokrasi tidak hanya sebatas administrasi, melainkan harus hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi musibah.
“Pada dasarnya pekerja birokrasi memang lebih banyak di lapangan dibandingkan di meja kantor, apalagi saat masyarakat sedang mengalami musibah. Trantib dan jajaran kecamatan harus selalu hadir,” ungkapnya.

Menurutnya, hampir seluruh desa di Kecamatan Watukumpul terdampak musibah serupa akibat kondisi geografis yang rawan pergerakan tanah dan longsor. Bahkan, dalam satu hari pihak kecamatan dapat menerima laporan hingga lima titik kejadian berbeda.

Situasi tersebut menuntut koordinasi intensif antara pemerintah desa, kecamatan, hingga instansi terkait di tingkat kabupaten untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran. Namun di tengah keterbatasan waktu dan sumber daya, inisiatif masyarakat menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi lokal.

Turut hadir di lokasi, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pemalang, Nur Azmi Wicaksono, menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan warga. Ia menilai gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Wisnu dan Majakerta merupakan cerminan ketahanan sosial yang kuat.
“Semangat gotong royong seperti ini luar biasa. Terima kasih kepada seluruh warga yang tanpa pamrih bekerja demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, warga menyampaikan bahwa mulai hari ini akses jalan darurat tersebut ditutup sementara bagi kendaraan roda empat karena masih dalam tahap pengecoran dan membutuhkan waktu untuk proses pengeringan serta penguatan beton.

Pengguna kendaraan roda empat diimbau mencari jalur alternatif hingga pekerjaan selesai dan jalan dinyatakan aman dilalui.
Untuk sementara, akses hanya diperbolehkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua dengan pengawasan warga setempat.Penutupan ini dilakukan demi menjaga kualitas konstruksi serta menghindari kerusakan dini yang dapat membahayakan keselamatan.

Kondisi darurat yang melanda wilayah Watukumpul menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya di daerah dengan kontur tanah labil. Pemerintah kecamatan menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik rawan dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna mencari solusi permanen bagi akses jalan yang terdampak.

Meski demikian, respons cepat warga dalam membangun akses darurat menunjukkan bahwa solidaritas sosial masih menjadi fondasi kuat di tengah tantangan. Di saat infrastruktur mengalami kerusakan, semangat kebersamaan justru semakin menguat.

Gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Wisnu dan Majakerta bukan hanya tentang membangun jalan sementara, melainkan juga tentang menjaga konektivitas sosial dan ekonomi. Di tengah keterbatasan, kebersamaan menjadi jembatan yang menghubungkan harapan dan solusi.

Pembangunan jalan dan jembatan darurat ini diharapkan dapat menjadi penopang aktivitas warga hingga perbaikan permanen dilakukan oleh pemerintah kabupaten. Sementara itu, masyarakat tetap diimbau untuk berhati-hati saat melintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Semangat kolektif yang tercermin dari aksi warga Watukumpul menjadi contoh nyata bahwa di tengah situasi sulit, solidaritas dan kepedulian mampu menjadi kekuatan utama dalam menghadapi tantangan.

(Red/Masrukhin)
Editor:Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *