tidak adil jika kritikan itu hanya berdasar pada ketidak sukaan, harus obyektif dalam menghasilkan sebuah kritikan.
RABN.CO.ID, JAKARTA – kritikan yang di lakukan oleh beberapa kalangan masyarakat kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang akhir akhir ini semakin kencang di suarakan, terutama kritikan yang bersifat menyerang secara pribadi atau juga terhadap program strategis Pemerintah yakni Makan Bergizi Gratis ( MBG ) untuk anak anak Indonesia.
Menanggapi hal itu ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional ( RABN ) Bapak Agus Winarno SH mengatakan, Pemerintah Bapak Prabowo Subianto bukan anti kritik, kritikan bisa di sampaikan oleh siapa saja namun kritikan hendaklah di sampaikan dengan cara cara yang santun dan bijak.
”Kritikan harus bersifat membangun tidak ada tendensi untuk menyerang pribadi, Manusia tidak ada yang sempurna semua manusia pasti memiliki kekurangan tanpa terkecuali karena itu sudah kodrat manusia, menurut saya alangkah baiknya kritikan itu disampaikan dengan regulasi yang baik dan bijak, dengan cara cara yang santun juga harus bersifat membangun,” jelas Agus.
Agus Winarno SH juga menyampaikan, Program MBG lahir dari ketulusan hati Bapak Prabowo Subianto yang bercita cita ingin memberi makan kepada seluruh anak anak Indonesia, dengan berbagai kecukupan gizi dan protein, agar anak anak Indonesia bisa tumbuh dengan sehat dan cerdas.
Cita cita itu sangat mulia dan kita sebagai bangsa indonesia harus bijak untuk melihat dampak secara menyeluruh terhadap pertumbuhan kesehatan anak dan pertumbuhan ekonomi bagi rakyat indonesia dengan adanya program MBG.
”Program MBG memiliki dampak yang sangat besar terhadap perputaran ekonomi rakyat kecil, pertumbuhan UMkM maju pesat, kesehatan anak anak bangsa meningkat, dan program MBG menjadi magnet perputaran dan pertumbuhan ekonomi yang sangat luar biasa besar untuk masyarakat di daerah, termasuk terciptanya lapangan kerja bagi Jutaan rakyat Indonesia sehingga angka rata rata ekonomi keluarga meningkat.
Program MBG banyak menimbulkan sumber kehidupan, hampir semua masyarakat di sekitar Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG ) ikut menikmati dampak positif, dan minimal sekitar 60% tenaga kerja atau relawan berasal dari warga sekitar.”Jelas ketua Umum RABN
Agus juga berharap kebijaksanaan harus muncul dalam pemikiran kita, artinya apa kita harus bijak melihat dan menilai, tidak adil jika kritikan itu hanya berdasar pada ketidak sukaan, harus obyektif dalam menghasilkan sebuah kritikan.
Program MBG menurut saya adalah program yang sangat mulia, dan sampai hari ini masih terus di lakukan evaluasi untuk meminimalisir kekurangan, maka itu saya berharap kepada pelaksana Program dalam hal ini BGN ( Badan Gizi Nasional ) untuk terus lakukan pembenahan, evaluasi internal agar program MBG bisa sempurna dan mampu mewujudkan semua Cita cita Bapak Presiden Prabowo Subianto,”pungkas Agus Winarno











