Presiden Dinilai Bergerak Cepat Sikapi Gugurnya Prajurit TNI di Misi PBB , Ketua Umum RABN Imbau Publik Tidak Terpengaruh Propaganda
RABN.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN), Agus Winarno, mengimbau masyarakat Indonesia agar tidak mudah mempercayai propaganda maupun informasi yang belum terverifikasi terkait sikap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurut Agus Winarno, berbagai narasi yang menyebut Presiden Prabowo Subianto diam dan tidak mengambil langkah atas peristiwa tersebut merupakan informasi yang menyesatkan serta berpotensi memecah persatuan nasional. Ia menegaskan bahwa pemerintah justru bergerak cepat melalui jalur diplomasi internasional untuk merespons insiden yang menimpa pasukan perdamaian Indonesia.
“Jangan mudah percaya propaganda yang mengatakan Presiden diam. Dalam perspektif kenegaraan, langkah diplomasi tidak selalu ditampilkan sebagai konsumsi publik. Negara bekerja melalui mekanisme resmi dan terukur,” ujar Agus dalam pernyataan kepada awak media.Kamis (2/4/2026)
Ia menegaskan, bagi Presiden Republik Indonesia, gugurnya prajurit TNI dalam menjalankan tugas menjaga perdamaian dunia merupakan sebuah kehormatan besar bagi bangsa. Para prajurit yang wafat dinilai sebagai pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa raga demi stabilitas dan kemanusiaan internasional.

Agus menyampaikan bahwa pemerintah melalui jalur diplomatik telah mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan yang menyebabkan gugurnya personel TNI dalam misi UNIFIL tersebut. Langkah cepat ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam melindungi prajuritnya sekaligus menjaga kredibilitas misi perdamaian dunia.
“Presiden bergerak cepat, tetapi tidak menjadikan duka nasional sebagai bahan pencitraan di media sosial. Kepemimpinan negara dijalankan dengan kehati-hatian, martabat, dan tanggung jawab diplomatik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Agus Winarno mengingatkan bahwa di era digital saat ini, penyebaran informasi hoaks sangat mudah terjadi dan sering dimanfaatkan untuk menciptakan polarisasi di tengah masyarakat. Ia meminta seluruh elemen bangsa untuk bijak menyaring informasi serta tidak terprovokasi oleh narasi yang berpotensi melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Menurutnya, momentum duka nasional seharusnya menjadi penguat solidaritas kebangsaan, bukan justru dijadikan alat untuk memperkeruh situasi politik maupun sosial. Persatuan nasional, kata dia, harus tetap dijaga sebagai fondasi utama menghadapi tantangan global.
“Ketika prajurit terbaik bangsa gugur dalam tugas perdamaian dunia, yang dibutuhkan adalah persatuan dan doa seluruh rakyat Indonesia, bukan saling menyalahkan apalagi menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” ujarnya.
Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN) juga mengajak masyarakat untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para prajurit TNI yang telah mengabdikan diri di bawah bendera PBB. Pengorbanan tersebut dinilai sebagai bukti nyata kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas dunia serta menjalankan amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Di akhir pernyataannya, Agus Winarno kembali menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional serta mempercayai langkah resmi pemerintah dalam menangani isu internasional yang memerlukan pendekatan diplomatik strategis.
“Jangan sampai hoaks memecah belah anak bangsa. Negara hadir, Presiden bekerja, dan kehormatan para prajurit akan selalu dijaga oleh bangsa Indonesia,” pungkasnya.
(Red/aw)
Editor:Sofid











