News

Aksi Nyata Warga, Pelepasan Rangka Jembatan Kali Mendelem Hampir Rampung, Bukti Kolaborasi untuk Kepentingan Publik

×

Aksi Nyata Warga, Pelepasan Rangka Jembatan Kali Mendelem Hampir Rampung, Bukti Kolaborasi untuk Kepentingan Publik

Sebarkan artikel ini

Aksi Nyata Warga, Pelepasan Rangka Jembatan Kali Mendelem Hampir Rampung, Bukti Kolaborasi untuk Kepentingan Publik

RABN.CO.ID, PEMALANG – 5 April 2026 – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kepentingan masyarakat kembali menunjukkan wujud nyata melalui progres pelepasan rangka Jembatan Kali Mendelem yang berada di Desa Wisnu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Pekerjaan yang sebelumnya ditargetkan selesai dalam kurun waktu 45 hari kini telah memasuki tahap akhir, bahkan sebelum batas waktu yang ditentukan berakhir.

Perkembangan signifikan ini menjadi perhatian masyarakat setempat, mengingat jembatan tersebut merupakan salah satu akses vital jalan kabupaten yang setiap hari dilalui kendaraan warga untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun mobilitas sosial. Kerusakan jembatan akibat pergeseran tanah beberapa waktu lalu sempat menghambat konektivitas wilayah dan berdampak langsung terhadap roda perekonomian masyarakat sekitar.

Keberhasilan percepatan pekerjaan ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat lokal yang mengambil inisiatif untuk terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan infrastruktur di wilayahnya. Sebelumnya, pekerjaan pelepasan rangka jembatan sempat direncanakan melibatkan tim ahli dari luar daerah dengan nilai pekerjaan yang cukup besar. Namun rencana tersebut tidak terealisasi, hingga akhirnya kepercayaan diberikan kepada tenaga lokal yang dinilai memiliki kemampuan sekaligus kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.

Riyadun, warga Desa Majakerta, Kecamatan Watukumpul, menjadi sosok yang memimpin pelaksanaan pekerjaan tersebut. Dengan mengedepankan semangat pengabdian dan pemberdayaan masyarakat, ia melibatkan tenaga kerja lokal agar warga sekitar dapat turut berkontribusi sekaligus memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.

Menurutnya, prioritas utama bukan semata penyelesaian teknis pekerjaan, melainkan memastikan akses masyarakat dapat kembali normal secepat mungkin. Semangat tersebut menjadi landasan kuat dalam setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Yang terpenting warga bisa kembali beraktivitas dan jalan ini segera normal,” menjadi prinsip yang terus dipegang selama proses berlangsung.

Di tengah proses pengerjaan, masyarakat juga menghadapi tantangan lain, yakni kondisi jalan alternatif yang sebelumnya dibangun secara swadaya mulai mengalami penurunan kualitas. Jalur sementara tersebut dinilai tidak dapat digunakan dalam jangka panjang, sehingga percepatan penyelesaian pelepasan rangka jembatan menjadi langkah strategis untuk membuka jalan menuju pembangunan permanen.

Harapan besar kini tertuju pada tahapan berikutnya, yakni pembangunan jembatan baru agar konektivitas wilayah dapat pulih sepenuhnya tanpa penundaan. Infrastruktur yang andal dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat di kawasan Watukumpul dan sekitarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan dukungan terhadap keberlanjutan pembangunan, Riyadun juga menyatakan kesiapan untuk mengamankan material rangka lama dengan menitipkannya di gudang miliknya hingga proses pembangunan kembali dimulai. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan aset tetap terjaga serta dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan pemerintah daerah di masa mendatang.

Kolaborasi antara masyarakat, tenaga lokal, dan semangat kepedulian bersama ini mencerminkan kekuatan sosial yang menjadi fondasi pembangunan nasional. Aksi nyata warga Watukumpul menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat bukan hanya pelengkap, melainkan bagian penting dalam percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi kepentingan publik.
Penyelesaian pelepasan rangka Jembatan Kali Mendelem menjadi simbol optimisme bahwa sinergi antara kemampuan lokal dan kepentingan bersama mampu menghadirkan solusi nyata. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan terus tumbuh sebagai energi positif dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

(Red/rukhin)
Editor:Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *