News

Antusiasme Warga Warnai Pemasangan Atap Genteng Bangunan Spiritual Mbah Sembung Yuda [Mbah Sedayu] di Desa Kabunan

×

Antusiasme Warga Warnai Pemasangan Atap Genteng Bangunan Spiritual Mbah Sembung Yuda [Mbah Sedayu] di Desa Kabunan

Sebarkan artikel ini

Antusiasme Warga Warnai Pemasangan Atap Genteng Bangunan Spiritual Mbah Sembung Yuda [Mbah Sedayu] di Desa Kabunan

RABN.CO.ID, PEMALANG – 9 Maret 2026 – Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong mewarnai tahapan pemasangan atap genteng pada bangunan yang dikenal masyarakat sebagai tempat spiritual Mbah Sembung Yuda atau yang akrab disebut “Mbah Sedayu”.Kegiatan pembangunan yang berlangsung di Desa Kabunan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, tersebut mendapat dukungan penuh dari warga setempat yang secara sukarela turut membantu proses pengerjaan.

Merujuk pada program pemerintah presiden Prabowo Subianto, tentang gentengisasi

Sejak pagi hari, puluhan warga terlihat berdatangan ke lokasi pembangunan.Tanpa komando resmi, mereka langsung bergotong royong membantu berbagai pekerjaan yang diperlukan. Mulai dari menyiapkan material bangunan, mengangkat genteng ke bagian atas rangka atap, hingga membantu para pekerja memasang genteng satu per satu agar tersusun rapi dan kuat.

Suasana kebersamaan sangat terasa di tengah kegiatan tersebut. Warga saling bekerja sama dan berbagi tugas sesuai kemampuan masing-masing.

Sebagian warga berada di bagian bawah bangunan untuk menyiapkan dan mengangkat material, sementara yang lainnya naik ke rangka atap untuk menyusun genteng dengan hati-hati agar pemasangan berjalan baik dan tahan lama.

Pemerhati makam mbah Sembung Yuda atau “Mbah Sedayu”, M.Faroji menyampaikan bahwa antusiasme warga tidak terlepas dari penghormatan mereka terhadap sosok Mbah Sembung Yuda, yang dikenal sebagai figur spiritual yang dihormati di lingkungan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, banyak warga merasa terpanggil untuk ikut membantu proses pembangunan tanpa mengharapkan imbalan.

“Warga datang dengan kesadaran sendiri.
Mereka ingin membantu agar pembangunan ini cepat selesai. Semua dilakukan secara gotong royong,” ujar salah seorang warga yang ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Tahapan pemasangan genteng menjadi bagian penting dalam proses pembangunan bangunan tersebut. Sebelumnya, pembangunan telah melewati tahap pembuatan pondasi, struktur bangunan, serta pemasangan rangka atap. Dengan dimulainya pemasangan genteng, bangunan mulai memasuki tahap penutupan atap sehingga nantinya dapat terlindungi dari panas dan hujan.

Meski dilakukan secara sederhana, proses pengerjaan berlangsung cukup tertib dan terkoordinasi secara alami. Para warga saling membantu dan memastikan setiap genteng terpasang dengan baik. Hal ini menunjukkan kuatnya tradisi gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat pedesaan.

Tidak hanya kaum pria yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Sejumlah warga lainnya juga turut membantu dari sisi logistik dengan menyiapkan makanan, minuman, serta kebutuhan lainnya bagi para pekerja dan warga yang terlibat dalam proses pembangunan.

Kehadiran mereka menambah suasana kekeluargaan dan kebersamaan selama kegiatan berlangsung.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga Desa Kabunan menjadi gambaran nyata bahwa nilai solidaritas sosial masih kuat di tengah masyarakat.Tanpa adanya perintah atau instruksi khusus, warga dengan kesadaran sendiri datang untuk membantu pembangunan yang dianggap memiliki nilai penting bagi lingkungan mereka.

Warga berharap proses pemasangan atap genteng dapat segera rampung sehingga pembangunan bangunan yang berkaitan dengan sosok Mbah Sembung Yuda atau Mbah Sedayu dapat segera diselesaikan. Setelah selesai, bangunan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat kegiatan spiritual, tradisi budaya, serta berbagai aktivitas yang berkaitan dengan nilai-nilai kearifan lokal.

Kegiatan gotong royong ini sekaligus menunjukkan bahwa kebersamaan dan kepedulian antarwarga masih menjadi kekuatan utama dalam setiap proses pembangunan di tingkat desa. Tradisi saling membantu tanpa pamrih menjadi warisan sosial yang terus dipertahankan oleh masyarakat.

Melalui semangat gotong royong tersebut, warga berharap keberadaan tempat yang berkaitan dengan Mbah Sembung Yuda atau “Mbah Sedayu” dapat terus menjadi simbol nilai spiritual, kebersamaan, serta warisan budaya lokal yang dijaga dan dilestarikan bersama oleh masyarakat Desa Kabunan.Pungkasnya

(Red/MF)
Editor:Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *