News

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Disingkirkan, Seleksi Perangkat Desa Sambeng Diduga Jalan Diam-diam

×

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Disingkirkan, Seleksi Perangkat Desa Sambeng Diduga Jalan Diam-diam

Sebarkan artikel ini

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Disingkirkan, Seleksi Perangkat Desa Sambeng Jalan Diam-diam

RABN.CO.ID, PEMALANG – Proses penjaringan dan penyaringan perangkat Desa Sambeng, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, menuai sorotan tajam. Unsur pengamanan wilayah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, mengaku sama sekali tidak dilibatkan dan tidak menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah desa maupun panitia seleksi.
Pihak Kamtibmas Kecamatan Bantarbolang menegaskan, sejak awal tahapan seleksi berjalan, tidak pernah ada koordinasi ataupun undangan resmi kepada Babinsa maupun Bhabinkamtibmas.Kamis (5/2/2026)

Kondisi ini dinilai janggal, mengingat pada umumnya unsur keamanan selalu dilibatkan sebagai bagian dari pengawasan dan penjamin kondusivitas seleksi perangkat desa.Sejumlah kejanggalan teknis turut dipertanyakan oleh peserta dan masyarakat. Di antaranya, pembuatan soal ujian yang dilakukan tanpa disaksikan peserta, proses koreksi yang berlangsung tertutup, serta tidak diumumkannya hasil tes secara terbuka di papan pengumuman desa sebagaimana praktik umum di desa-desa lain.

“Proses seperti ini jelas menimbulkan tanda tanya. Ketika soal dibuat tertutup, koreksi tertutup, hasil pun tidak diumumkan secara terbuka, wajar jika publik curiga,” ujar seorang pengampu sekaligus Kanit Binmas Kecamatan Bantarbolang.

Ia juga mengungkapkan telah menghubungi Ketua Panitia Seleksi melalui sambungan telepon untuk menyampaikan sikap tegas pihak keamanan. Menurutnya, sejak awal unsur TNI-Polri tidak dilibatkan, sehingga tidak seharusnya diseret-seret apabila muncul persoalan di kemudian hari.

“Saya sudah sampaikan secara langsung, apabila ke depan ada peserta yang tidak puas dengan kinerja panitia, jangan membawa-bawa nama Danramil, Kapolsek, atau anggota. Karena sejak awal kami tidak pernah dilibatkan,” tegasnya.

Kondisi ini semakin menjadi sorotan lantaran terdapat peserta seleksi yang berasal dari luar kecamatan, sementara mekanisme pengawasan justru dinilai minim. Hal tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat Bantarbolang dan sekitarnya yang mempertanyakan komitmen transparansi panitia seleksi.

Untuk klarifikasi lebih lanjut, pihak Kamtibmas mempersilakan masyarakat mengonfirmasi langsung kepada Danramil dan Kapolsek Bantarbolang sebagai pimpinan wilayah, guna memastikan posisi unsur keamanan yang sejak awal tidak dilibatkan dalam proses seleksi tersebut.

Menutup rapat pengawasan, menyingkirkan unsur keamanan, serta menjalankan seleksi secara tertutup bukanlah praktik yang sehat dalam tata kelola pemerintahan desa.

Seleksi perangkat desa seharusnya menjadi contoh transparansi dan keadilan, bukan justru memantik kecurigaan publik.

Jika proses sejak awal sudah berjalan “diam-diam”, maka wajar apabila hasilnya terus dipertanyakan.

Pemerintah desa dan panitia seleksi dituntut membuka ruang klarifikasi secara terbuka, sebelum ketidakpercayaan masyarakat berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas.(Red/MF)

Editor:Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *