News

Banjir Citywalk Disorot Aktivis Lingkungan, Andi Rustono: Drainase Tak Disiapkan Matang, Proyek Terlalu Ambisius

×

Banjir Citywalk Disorot Aktivis Lingkungan, Andi Rustono: Drainase Tak Disiapkan Matang, Proyek Terlalu Ambisius

Sebarkan artikel ini

Banjir Citywalk Disorot Aktivis Lingkungan, Andi Rustono: Drainase Tak Disiapkan Matang, Proyek Terlalu Ambisius

RABN.CO.ID, PEMALANG – Banjir yang kembali merendam kawasan Citywalk pada Sabtu kemarin menuai kritik dari aktivis lingkungan dan pengairan, Andi Rustono. Ia menilai peristiwa tersebut bukan sekadar faktor cuaca, melainkan akibat lemahnya perencanaan drainase dalam pembangunan kawasan tersebut.

Dalam wawancara, Andi menjelaskan bahwa persoalan utama terletak pada sistem pembuangan air yang tidak dipersiapkan secara matang sejak awal.

“Sebatas apa pun pembangunan, kalau drainase dan pembuangan air tidak benar-benar dipersiapkan, itu pasti akan terjadi masalah. Kerusakan dan banjir akan sering terulang,” ujarnya.Rabu (4/2/2026)

Menurut Andi, kawasan Citywalk berada pada jalur irigasi tersier yang sejak lama memang memiliki keterbatasan daya tampung. Kondisi tersebut seharusnya menjadi pertimbangan utama sebelum kawasan itu dikembangkan menjadi pusat aktivitas perkotaan.

“Ini irigasi tersier. Dari dulu, sebelum ada Citywalk pun kondisinya seperti ini. Mestinya, kalau mau dikembangkan, daya tampungnya diperbesar, diperluas, atau diperlebar,” jelasnya.

Ia juga menanggapi banjir yang terjadi di sisi sebelah kawasan Citywalk sebagai indikator kuat adanya proyek yang tidak direncanakan secara menyeluruh.

“Kalau ditanya apakah ini preseden buruk dari proyek yang tidak matang? Iya. Ini jelas karena ambisi,” tegas Andi.

Menurutnya, ambisi penataan wajah kota tidak boleh mengesampingkan aspek teknis dan lingkungan, terutama sistem drainase yang menjadi penopang utama kawasan perkotaan.

“Saya mendukung wajah kota ini ditata, tapi ingat, ada unsur lain yang harus diperhitungkan. Drainase itu tidak bisa dikesampingkan,” katanya.

Andi mengingatkan, tanpa perencanaan drainase yang terintegrasi dan berorientasi pada kapasitas tampung jangka panjang, banjir di kawasan Citywalk berpotensi terus terulang setiap musim hujan.

“Kalau hanya mengejar tampilan tanpa memperhitungkan sistem air, maka banjir tinggal menunggu waktu,” pungkasnya.(Red-Tim liputan)

Editor:Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *