Banprov Jateng 2025 Mengalir ke Desa Kabunan: 15 Titik Jalan Dikebut Tanpa Henti
RABN.CO.ID, PEMALANG – Program keuangan propinsi (Banprov) Jawa Tengah Tahun 2025 , untuk Desa Kabunan Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang,sebagai penerima manfaat. Pemerintah Desa Kabunan, mendapat total 18 titik untuk pengaspalan jalan yang di anggarkan,baru 15 titik terealisasi.dan masuk rekening APBdes.Selasa ( 11/11/2025)
Tiga titik lainnya masih menunggu giliran pada tahun anggaran ke -8.Proyek ini menjadi salah satu prioritas infrastruktur desa yang dikerjakan sejak awal November 2025.
Proyek pengaspalan ini mencakup perbaikan jalan antar dusun dan akses pertanian yang selama ini rusak berat. Total 15 titik jalan ditarget rampung dalam waktu dekat dengan volume pekerjaan bervariasi sesuai kondisi medan.
Kepala Desa Kabunan, Kusnanto ,memastikan pengerjaan dilakukan secara bertahap oleh pihak yang ditunjuk .
Pelaksana kegiatan :
Pengelolaan Keuangan Desa.
Penyedia barang dan material : CV. ISSO LEKSONO MANDIRI, yang telah ditunjuk melalui mekanisme Banprov. “Kami ingin mempercepat akses warga dan memastikan mobilitas hasil pertanian lebih lancar,” ujarnya
Pengerjaan dimulai sejak awal November 2025 dan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun. Waktu pelaksanaan yang singkat membuat para pekerja harus berpacu dengan cuaca dan jadwal ketat.
Seluruh proyek tersebar di 15 titik strategis wilayah Desa Kabunan, meliputi akses utama antar dusun dan jalur penghubung ke kawasan pertanian.
Menurut pemerintah desa, percepatan pengaspalan dilakukan untuk memperbaiki konektivitas ekonomi dan mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya infrastruktur jalan desa.
Pelaksanaan proyek berjalan cepat, namun pengawasan publik masih lemah,terkesan asal asalan, publik mendorong BPD selaku legislatif desa,berperan aktif,jangan. menyandang nama BPD tapi masa bodo “asal bapak senang”.
Pentingnya kerjasama Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) dan Tim Pengawas Kegiatan (TPK),kunci tranparansi desa.Ini menjadi sorotan penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan proyek insfratruktur di desa.
Pemerintah desa berjanji akan terus mengawal realisasi tiga titik tersisa,termasuk 2 titik Pokok Pikiran (Pokir),agar tidak tertunda . Kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi,dan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan berjalan sesuai harapan.
Pada akhirnya pembangunan tidak berhenti di selasainya proyek, melainkan berlanjut pada kepedulian untuk merawatnya.Semua pihak diharapkan saling menjaga hasil pembangunan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih lama-karena jalan yang baik bukan karena hasil dari dana Banprov,tetapi juga dari rasa memiliki bersama.(Red/MF)
Editor : Sofid











