Bibit Waluyo Dewan Pembina Petani Merdeka Jawa Tengah , Canangkan Panca Usaha Tani
RABN.CO.ID, SEMARANG – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian di tingkat desa, Dewan Pembina Petani Merdeka Jawa Tengah mencanangkan kembali gerakan Panca Usaha Tani, sebuah konsep sederhana yang kembali dihidupkan untuk menjawab tantangan pertanian modern.(12/11/2025)
Dewan Pembina Petani Merdeka Jawa Tengah, sekaligus ketua dewan pembina Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN),Jenderal TNI (Purn) H.Bibit Waluyo, berharap petani merdeka Jawa Tengah,agar melakukan langkah- langkah tindak,untuk membantu kesulitan petani,agar petani hidupnya sejahtera. Konsep – konsep yang sangat sederhana ini agar semua bisa di lakukan dengan mudah,dan semakin mudah juga keberhasilannya.
Untuk menuju masyarakat Jawa Tengah yang sejahtera, kuncinya pertama lakukan “Panca Usaha Tani,” mencakup lima aspek penting, yakni
1. Tersedianya bibit unggul yang baik,bibit unggul yang baik,itu sudah separuh tahan Hama.
2. Pupuk yang cukup.
3. Sistem Irigasi yang baik.
4. Obat – obatan yang cukup.
5. Pasca panen, pemerintah harus peduli dan mengambil alih sehingga petani bisa dengan tenang,gembira,dan mengenyam hasil produk.
Kunci yang kedua.
Pemerintah harus peduli:
Peduli pendampingan tekhnologinya, peduli pendampingan dananya,dan peduli pendampingan pasarnya.
Jadi panca usaha tani dilaksanakan dengan baik, pemerintah konsisten melaksanakan ini,”Jawa Tengah Sejahtera bersama Tani Merdeka”.Tegas Bibit Waluyo
Penerapan Panca Usaha Tani tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil panen, tetapi juga menumbuhkan kemandirian petani di tengah fluktuasi harga dan perubahan iklim.
Sinergi antara kelompok tani dan pendamping lapangan sangat diperlukan agar Panca Usaha Tani bisa berjalan dengan baik.
Dengan pencanangan Panca Usaha Tani ini, usaha tani merdeka bertekad menumbuhkan semangat baru di kalangan petani muda, agar sektor pertanian tidak lagi dipandang sebelah mata.
“Petani bukan sekadar profesi, melainkan penjaga kehidupan. Bila tanah dijaga dengan cinta, maka negeri ini tak akan pernah lapar.”
Dengan harapan besar—bahwa regenerasi petani muda akan terus tumbuh, dan kemandirian pangan Indonesia tetap terjaga dari tangan-tangan yang mencintai tanahnya sendiri.(Red/MF)
Editor: Sofid











