News

DPUPR Pemalang Bergerak Cepat, Pembongkaran Jembatan Kali Mendelem Hampir Rampung

×

DPUPR Pemalang Bergerak Cepat, Pembongkaran Jembatan Kali Mendelem Hampir Rampung

Sebarkan artikel ini

DPUPR Pemalang Bergerak Cepat, Pembongkaran Jembatan Kali Mendelem Hampir Rampung

RABN.CO.ID, PEMALANG – Pemerintah Kabupaten. (Pemkab) Pemalang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga konektivitas wilayah dengan mempercepat penanganan infrastruktur terdampak bencana. Salah satunya melalui kegiatan pembongkaran Jembatan Kali Mendelem di Desa Wisnu, Kecamatan Watukumpul, yang kini memasuki tahap akhir pengerjaan.Senin (6/4/2026)

Langkah ini merupakan tindak lanjut atas kondisi pergeseran tanah yang sebelumnya mengganggu stabilitas konstruksi jembatan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Pemerintah daerah bergerak cepat memastikan proses penanganan berjalan terukur, aman, serta tetap memperhatikan kepentingan masyarakat yang bergantung pada akses tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, progres pekerjaan menunjukkan percepatan signifikan. Dari target waktu pengerjaan selama 45 hari, proses pelepasan rangka jembatan kini hampir selesai meskipun masa kerja belum sepenuhnya terpakai. Hal ini mencerminkan efektivitas koordinasi antara pemerintah daerah, pelaksana lapangan, dan masyarakat setempat dalam mendukung percepatan pekerjaan.

Keputusan strategis juga diambil dengan melibatkan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaan pembongkaran. Meski sebelumnya terdapat pihak dari luar daerah yang siap mengerjakan proyek tersebut, pemerintah bersama pelaksana memilih memberdayakan tim lokal agar manfaat ekonomi dapat langsung dirasakan masyarakat sekitar.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pembangunan inklusif yang mendorong partisipasi warga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi desa.
Salah satu sosok yang berperan aktif dalam kegiatan ini ,Riyadun, warga Desa Majakerta, Kecamatan Watukumpul, yang dipercaya menjadi motor penggerak di lapangan. Ia memandang pekerjaan ini bukan sekadar proyek teknis, melainkan kesempatan membuka lapangan kerja dan membantu masyarakat sekitar tetap produktif di tengah situasi keterbatasan akses.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari dampak sosial dan ekonomi yang ditinggalkan bagi masyarakat. Semangat gotong royong yang tumbuh selama proses pembongkaran menjadi bukti bahwa kekuatan lokal mampu menjadi bagian penting dalam percepatan pembangunan daerah.

Jembatan Kali Mendelem sendiri memiliki peran vital sebagai jalur penghubung utama dengan intensitas lalu lintas harian yang tinggi. Aktivitas ekonomi warga, distribusi hasil pertanian, hingga mobilitas pendidikan dan pelayanan masyarakat sangat bergantung pada keberadaan jembatan tersebut. Kondisi ini menjadikan percepatan penanganan sebagai kebutuhan mendesak.

Sementara itu, jalur alternatif yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat mulai mengalami penurunan kualitas dan dinilai tidak dapat digunakan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, masyarakat berharap proses pembangunan kembali jembatan dapat segera memasuki tahap berikutnya agar akses utama kembali normal dan aman digunakan.

Sebagai bentuk tanggung jawab tambahan, pihak pelaksana juga menyatakan kesiapan membantu pengamanan material bekas pembongkaran dengan menitipkannya di gudang penyimpanan hingga proses pembangunan lanjutan dimulai.

Langkah ini dilakukan guna menjaga aset serta mendukung efisiensi pekerjaan di tahap berikutnya.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaksana teknis, dan masyarakat lokal menjadi gambaran nyata bahwa percepatan pembangunan infrastruktur dapat berjalan efektif ketika kepentingan publik ditempatkan sebagai prioritas utama. Sinergi ini sekaligus mencerminkan semangat pembangunan ala kementerian teknis, di mana respons cepat, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan menjadi satu kesatuan dalam mewujudkan pelayanan publik yang optimal.

Dengan progres pembongkaran yang hampir rampung, harapan besar kini tertuju pada dimulainya pembangunan kembali Jembatan Kali Mendelem sebagai simbol pulihnya konektivitas wilayah serta bangkitnya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Watukumpul secara menyeluruh.

(Red/Rukhin)
Editor:Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *