News

Editorial : Krisna dalam Mahabharata: Tokoh Sentral Penjaga Dharma dan Inspirasi Moral Umat Manusia

×

Editorial : Krisna dalam Mahabharata: Tokoh Sentral Penjaga Dharma dan Inspirasi Moral Umat Manusia

Sebarkan artikel ini

Editorial : Krisna dalam Mahabharata: Tokoh Sentral Penjaga Dharma dan Inspirasi Moral Umat Manusia

RABN.CO.ID, PEMALANG – Kisah Mahabharata tidak dapat dipisahkan dari sosok Krisna, figur sentral yang hingga kini terus menjadi rujukan nilai moral, spiritualitas, dan kepemimpinan. Sebagai titisan kedelapan Dewa Wisnu, Krisna tampil bukan hanya sebagai tokoh mitologis, tetapi juga simbol kebijaksanaan dan keadilan universal.

Dalam epos besar India tersebut, Krisna berperan penting sebagai penentu arah sejarah Perang Bharatayudha, konflik besar antara Pandawa dan Kurawa yang menjadi titik balik peradaban manusia menurut ajaran Hindu.

Titisan Wisnu dan Penjaga Keseimbangan Dunia

Krisna dipercaya sebagai avatar Dewa Wisnu yang turun ke dunia untuk menegakkan dharma (kebenaran dan kewajiban moral). Ia hadir tidak sekadar sebagai dewa, tetapi juga sebagai sahabat, pemimpin, penasehat, sekaligus pelindung umat manusia dari kezaliman.

Sebagai Raja Dwaraka, Krisna dikenal bijaksana, berwibawa, serta memiliki kesaktian luar biasa. Senjata andalannya, Cakra Sudarsana, melambangkan kekuatan ilahi yang menegakkan keadilan.

Penasihat Pandawa dan Penentu Arah Perang

Dalam konflik Bharatayudha, Krisna memilih berpihak kepada Pandawa sebagai penasihat spiritual dan strategi perang. Meski memiliki kekuatan tak tertandingi, ia bersumpah tidak mengangkat senjata, melainkan menjadi kusir kereta Arjuna.

Keputusan tersebut menjadi simbol kepemimpinan tanpa kekerasan langsung, namun tetap menentukan jalannya sejarah. Krisna bahkan dikenal kerap mengambil keputusan sulit demi tegaknya dharma, termasuk membenarkan tindakan keras demi keadilan yang lebih besar.

Bhagavad Gita: Warisan Spiritual Dunia

Salah satu momen paling monumental adalah saat Krisna menyampaikan ajaran Bhagavad Gita kepada Arjuna di medan perang. Ajaran ini membahas makna kehidupan, kewajiban moral, pengendalian diri, dan hubungan manusia dengan Tuhan.

Hingga kini, Bhagavad Gita menjadi salah satu kitab filsafat dan spiritual paling berpengaruh di dunia, melampaui batas agama dan budaya.

Secara fisik, Krisna kerap digambarkan berkulit gelap atau kebiruan, melambangkan keagungan kosmik dan kedalaman spiritual. Ia dikenal dengan banyak nama seperti Govinda, Kesava, dan Mohan, serta memiliki 108 nama suci yang mencerminkan berbagai manifestasi ilahinya.

Lebih dari sekadar tokoh mitologi, Krisna adalah simbol keseimbangan antara cinta, kebijaksanaan, dan ketegasan dalam menghadapi ketidakadilan.
Relevansi di Zaman Modern
Nilai-nilai yang diajarkan Krisna—tentang tanggung jawab, pengabdian, dan keikhlasan—tetap relevan di tengah tantangan zaman modern. Ia menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati bukan hanya terletak pada senjata, tetapi pada kebijaksanaan dan keteguhan moral.

Krisna bukan sekadar tokoh masa lalu, melainkan cahaya nilai yang terus menerangi perjalanan manusia hingga hari ini.(Red/RS)

Editor: Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *