Editorial: Suara Satpam RSUD dr. M. Ashari, Pengabdian yang Menanti Perhatian
RABN.CO.ID, PEMALANG – Di balik lancarnya pelayanan RSUD dr. M. Ashari, ada 33 satpam yang berjaga siang dan malam memastikan keamanan pasien, keluarga, dan tenaga medis. Namun, di tengah tanggung jawab besar itu, mereka menyimpan kegelisahan yang tak kunjung terjawab.Sabtu (14/2/2026)
Selama empat tahun terakhir, para satpam mengaku belum menerima seragam baru—padahal seragam bukan sekadar atribut, melainkan simbol profesionalitas dan wibawa. Lebih mendesak lagi adalah persoalan kesejahteraan.
Dengan upah harian Rp59.000 sebelum dipotong pajak, penghasilan bersih yang diterima rata-rata hanya sekitar Rp1,4–1,5 juta per bulan, masih jauh dari UMK Kabupaten Pemalang.
Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok, kondisi ini menjadi beban berat bagi para petugas yang terbagi dalam tiga shift.
Ironisnya, kebutuhan personel ideal pun belum terpenuhi.
Standar kebutuhan 11 orang di pagi hari serta masing-masing 7 orang pada shift siang dan malam belum tercapai, sehingga beban kerja bertambah tanpa diiringi peningkatan kesejahteraan.
Keamanan rumah sakit adalah fondasi kenyamanan dan kelancaran pelayanan. Satpam menjadi garda terdepan dalam pengaturan pengunjung hingga situasi darurat.
Sudah selayaknya peran vital ini diimbangi dengan perhatian nyata—mulai dari penyesuaian upah mendekati UMK, penambahan personel, hingga pemenuhan hak dasar seperti seragam kerja.
Pengabdian tanpa kesejahteraan hanya melahirkan kelelahan.
Sudah waktunya suara para penjaga keamanan ini didengar, demi menjaga bukan hanya ketertiban rumah sakit, tetapi juga harapan 33 kepala keluarga yang menggantungkan hidup pada profesi ini.
(Red/RS)
Editor;Sofid











