News

Halal Bihalal di Masjid Al Abadi : Menjaga Cahaya Ramadan dalam Persaudaraan Umat

×

Halal Bihalal di Masjid Al Abadi : Menjaga Cahaya Ramadan dalam Persaudaraan Umat

Sebarkan artikel ini

Halal Bihalal di Masjid Al Abadi : Menjaga Cahaya Ramadan dalam Persaudaraan Umat

RABN.CO.ID,  BATANG – 3 April 2026 — Usai menjalankan ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh, jamaah Masjid Al Abadi menggelar kegiatan Halal Bihalal sebagai wujud rasa syukur sekaligus upaya menjaga nilai-nilai suci Ramadan agar tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan berlangsung di Komplek Masjid Al Abadi, Kauman Bawang RT 16 RW 05, Desa Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dalam suasana hangat penuh kekhusyukan dan persaudaraan.

Ramadan telah mendidik umat Islam untuk menahan diri, membersihkan hati, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Melalui halal bihalal, masyarakat berupaya merawat kembali hubungan antar manusia agar tetap dilandasi keikhlasan dan kasih sayang.

Dalam tausiyahnya, KH Anto Ibrahim Al Hafidz menyampaikan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi saling berjabat tangan, tetapi momentum menyatukan hati yang mungkin pernah terpisah oleh kesalahpahaman, perbedaan, maupun kesibukan dunia.
“Setelah Ramadan menempa jiwa kita, halal bihalal menjadi jalan untuk membangun kembali khasanah kehidupan yang lebih baik. Kita diajak untuk saling memaafkan dan memberikan manfaat bagi sesama umat manusia tanpa memandang ekonomi, pangkat, ataupun jabatan,” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang di hadapan Allah bukan ditentukan oleh kedudukan atau kekayaan, melainkan oleh ketakwaan dan akhlak yang baik. Oleh karena itu, semangat Ramadan harus terus dijaga melalui sikap rendah hati, kepedulian sosial, serta kebiasaan berbuat kebaikan kepada siapa pun.

KH Anto juga menegaskan pentingnya masjid sebagai pusat pemersatu umat. Masjid bukan hanya tempat bersujud, tetapi juga tempat tumbuhnya persaudaraan, pendidikan akhlak, serta penguatan nilai kemanusiaan yang membawa rahmat bagi lingkungan sekitar.
Suasana haru terasa ketika jamaah saling bersalaman dan bermaafan. Senyum, doa, dan pelukan hangat menjadi simbol kembalinya manusia kepada fitrah, sebagaimana tujuan utama Idulfitri — hati yang bersih dan hubungan yang kembali suci.

Halal bihalal ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukanlah akhir perjalanan spiritual, melainkan awal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Nilai kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian yang telah dilatih selama sebulan penuh diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat.

Pengurus Masjid Al Abadi berharap kebersamaan seperti ini dapat terus terjaga, sehingga masjid menjadi pusat cahaya kebaikan yang menyatukan umat dalam persaudaraan dan saling menebar manfaat.
Melalui halal bihalal, masyarakat diajak untuk membawa cahaya Ramadan ke sepanjang tahun — menjaga hati tetap lembut, memperkuat silaturahmi, serta menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh manusia.

(Red/labib)
Editor:Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *