Harapan di Balik Puing Longsor Watukumpul: Pencarian Korban Dihentikan Sementara, Tim Gabungan Tetap Siaga
RABN.CO.ID, PEMALANG – Harapan masih menyala di tengah timbunan tanah dan puing longsor yang melanda Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Memasuki hari kedua pencarian, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI–Polri, BPBD, Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN), serta masyarakat setempat terus berjuang mengevakuasi korban yang diduga masih tertimbun material longsor, Selasa (27/1/2026).
Sejak pagi, personel gabungan menyebar di sejumlah titik yang dicurigai sebagai lokasi tertimbunnya korban atas nama : Hamim (50) th warga Dusun Siranti RT.07 RW. 03 Desa Bongas Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang. Dengan peralatan manual, anjing pelacak ( K9 ) dari Mapolres Tegal dan Polres Banyumas, serta alat bantu sederhana lainnya, proses pencarian dilakukan secara ekstra hati-hati mengingat kondisi tanah yang masih labil dan berisiko longsor susulan.
Setiap cangkul tanah yang diangkat menjadi bagian dari ikhtiar kemanusiaan—sebuah upaya untuk menemukan korban dan mengembalikan mereka kepada keluarga yang masih menunggu dalam cemas.
Koordinator lapangan Basarnas menyampaikan bahwa pada hari kedua ini, fokus pencarian diarahkan pada perluasan area penyisiran.
“Kami memperluas sektor pencarian sekaligus memperketat pengamanan tim. Keselamatan petugas tetap menjadi prioritas utama, namun kami juga berpacu dengan waktu agar korban dapat segera ditemukan,” ujarnya di lokasi.
Namun demikian, Camat Watukumpul,Arief Rahman Hakim, menyampaikan bahwa proses pencarian terpaksa dihentikan sementara pada pukul 10.53 WIB. Penghentian ini dilakukan sebagai langkah antisipasi keselamatan, menyusul kondisi cuaca dan struktur tanah yang dinilai masih berbahaya.
“Pencarian kami hentikan sementara demi keselamatan seluruh personel di lapangan. Tanah masih sangat labil dan berpotensi terjadi longsor susulan. Tim tetap siaga dan akan melanjutkan pencarian setelah kondisi dinyatakan aman,” jelas Camat Watukumpul.
Ketua tim Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN), M.Faroji, di lapangan menuturkan bahwa kehadiran relawan bukan semata untuk kerja fisik.
“Di balik puing dan lumpur ini, ada keluarga yang menunggu kabar. Tugas kami bukan hanya mencari, tapi juga menguatkan,” ungkapnya.
Sementara itu, dapur umum dan posko kesehatan masih terus beroperasi untuk memenuhi kebutuhan dasar para relawan,Basarnas, BPBD dan masyarakat dan antusias mencari korban tertimbun material longsor.
Partisipasi warga Watukumpul pun menjadi pemandangan yang menguatkan. Dengan peralatan seadanya, mereka membantu membuka akses jalan, menyiapkan konsumsi, serta memberikan informasi penting terkait titik-titik yang diduga masih tertimbun material longsor. Kebersamaan antara aparat, relawan, dan masyarakat menjadi kekuatan utama di tengah situasi duka.
BPBD Kabupaten Pemalang kembali mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.
Curah hujan yang masih tinggi membuat struktur tanah di kawasan perbukitan belum sepenuhnya stabil.
Warga diminta menjauhi lereng rawan serta segera melapor apabila menemukan retakan tanah atau tanda-tanda pergerakan.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian korban masih berstatus dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali sesuai hasil evaluasi keselamatan. Di tengah keterbatasan dan ancaman cuaca, tim gabungan menegaskan komitmennya untuk terus berjuang.( Red/Tim liputan)
Editor:Sofid











