KEMENHAN RI Bakal Rekrut 30 Ribu Sarjana SPPI untuk Menggerakkan 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih
RABN.CO.ID, JAKARTA – 15 Maret 2026 Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) bersiap merekrut sekitar 30 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) pada tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah untuk memperkuat perekonomian desa melalui pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih yang ditargetkan mulai beroperasi secara nasional pada Agustus 2026.
Kebijakan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto dalam rapat percepatan program Koperasi Desa Merah Putih. Dalam keterangan resmi Kementerian Pertahanan,Kamis, 12 Maret 2026, Donny menyebut bahwa pemerintah menargetkan perekrutan dan pelatihan puluhan ribu tenaga penggerak yang akan ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia.
“Pemerintah menargetkan perekrutan dan pelatihan sekitar 30.000 tenaga pengawak melalui dukungan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri,” ujar Donny dalam rapat tersebut.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem ekonomi desa yang kuat dan mandiri.Para SPPI nantinya akan menjadi tenaga pengelola atau manajer koperasi yang bertugas mengoperasikan dan mengembangkan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih yang akan dibentuk di seluruh Indonesia.
Kepala Biro Informasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa proses perekrutan SPPI akan dibuka secara terbuka untuk masyarakat umum. Seluruh lulusan sarjana
maupun magister dari berbagai disiplin ilmu berkesempatan mengikuti seleksi.
“Siapa saja boleh mengikuti asalkan memiliki syarat pendidikan terakhir sarjana,” kata Rico
Menurut Rico, para peserta yang mendaftar nantinya akan melalui tahapan seleksi administrasi, seleksi kompetensi, serta pelatihan khusus yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan.Pelatihan ini bertujuan membekali calon SPPI dengan kemampuan manajerial, kepemimpinan, serta pemahaman tentang pengelolaan koperasi berbasis desa.
Setelah dinyatakan lulus, para SPPI akan ditempatkan sebagai manajer atau penggerak utama Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah. Mereka diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta memperkuat sistem distribusi dan usaha berbasis komunitas lokal.
Program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sendiri merupakan salah satu agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari tingkat desa. Melalui koperasi tersebut, pemerintah ingin menciptakan pusat kegiatan ekonomi rakyat yang mampu menampung berbagai potensi lokal, mulai dari sektor pertanian, perikanan, UMKM, hingga perdagangan.
Selain itu, keberadaan SPPI diharapkan mampu membawa pendekatan profesional dalam pengelolaan koperasi, sehingga koperasi desa tidak lagi hanya menjadi lembaga formal semata, tetapi benar-benar berfungsi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Rico juga menyampaikan bahwa proses perekrutan SPPI dijadwalkan mulai dibuka pada Juni 2026. Saat ini pemerintah masih melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna menyiapkan mekanisme perekrutan, kurikulum pelatihan, serta sistem penempatan tenaga SPPI di berbagai wilayah.
“Untuk perekrutannya direncanakan dimulai Juni 2026. Saat ini masih dalam tahap koordinasi lintas kementerian atau lembaga serta penyiapan,” jelasnya.
Dengan target 80 ribu koperasi desa yang akan beroperasi pada Agustus 2026, pemerintah berharap program ini dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mempercepat pembangunan desa, membuka lapangan kerja baru bagi lulusan sarjana, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Melalui keterlibatan ribuan sarjana muda sebagai penggerak pembangunan, pemerintah optimistis koperasi desa akan berkembang lebih modern, profesional, dan mampu menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang.
(Red/aw)
Editor:Sofid











