News

Ketua Umum RABN Agus Winarno,S.H : Narasi Visual Bentuk Dukungan Moral terhadap Kepemimpinan Nasional

×

Ketua Umum RABN Agus Winarno,S.H : Narasi Visual Bentuk Dukungan Moral terhadap Kepemimpinan Nasional

Sebarkan artikel ini

Ketua Umum RABN Agus Winarno,S.H : Narasi Visual Bentuk Dukungan Moral terhadap Kepemimpinan Nasional

RABN.CO.ID, JAKARTA – 24 Maret 2026 — Polemik atas beredarnya materi visual bertajuk “Presiden Sibuk Selamatkan Negara, Kalian Sibuk Kejar Kudeta” turut mendapat tanggapan Serius dari Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN),Agus Winarno ,S.H,Organisasi relawan tersebut menilai visual yang beredar merupakan bentuk ekspresi dukungan masyarakat terhadap kepemimpinan nasional di tengah situasi global yang dinilai penuh tekanan.

Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN),Agus Winarno,S.H, dalam keterangannya kepada awak media menyebutkan bahwa pesan utama dari visual tersebut adalah ajakan kepada publik untuk menjaga stabilitas nasional dan tidak terjebak dalam konflik politik yang berlebihan.

“Substansi pesan itu sebenarnya sederhana. Negara sedang menghadapi tantangan besar, baik dari sisi geopolitik maupun ekonomi global. Maka energi bangsa seharusnya diarahkan untuk memperkuat persatuan, bukan memperkeruh keadaan dengan narasi yang memecah,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintahan saat ini tengah dihadapkan pada sejumlah pekerjaan strategis, mulai dari menjaga stabilitas energi, memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali, hingga memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menilai upaya tersebut membutuhkan dukungan sosial dan politik yang kondusif.

Agus Winarno, juga menegaskan bahwa visual tersebut tidak dimaksudkan untuk menyerang kelompok tertentu, melainkan sebagai kritik terhadap dinamika politik yang dinilai terlalu sarat konflik narasi.
“Kita melihat ruang publik sekarang dipenuhi spekulasi dan saling tuding. Padahal masyarakat lebih membutuhkan kepastian ekonomi dan stabilitas nasional,” katanya.

Terkait munculnya bagian visual yang menyinggung dugaan skenario kudeta dan keterlibatan tokoh global, pihak RABN menyatakan hal tersebut harus dipahami sebagai opini politik yang berkembang di masyarakat, bukan pernyataan resmi lembaga negara.

Ia menekankan pentingnya masyarakat tetap mengedepankan verifikasi informasi serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai konten digital yang beredar tanpa konteks yang utuh.

“Kami mengajak publik tetap kritis, tetapi juga objektif. Demokrasi membutuhkan kritik, namun stabilitas juga menjadi kebutuhan bersama,” tambahnya.

Pernyataan Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN) Agus Winarno,S.H, muncul di tengah perdebatan publik yang semakin menguat terkait penggunaan istilah “kudeta” dalam ruang digital.

Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN) Agus Winarno,S.H, mengingatkan bahwa narasi politik yang keras berpotensi meningkatkan polarisasi apabila tidak disertai klarifikasi dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Diskursus yang berkembang pun lebih banyak berlangsung di media sosial dibandingkan dalam forum resmi politik.

Pengamat komunikasi politik menilai respons organisasi relawan seperti RABN menunjukkan bahwa pertarungan opini kini melibatkan bukan hanya partai politik, tetapi juga kelompok masyarakat sipil dan jaringan relawan yang memiliki basis dukungan masing-masing.

Fenomena ini memperlihatkan perubahan lanskap politik Indonesia, di mana dukungan maupun kritik terhadap pemerintah semakin sering disampaikan melalui medium visual digital yang cepat menyebar dan membentuk persepsi publik.

Di tengah situasi tersebut, Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN) Agus Winarno,S.H,mengingatkan bahwa stabilitas nasional tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kedewasaan publik dalam menyikapi perbedaan pandangan politik secara demokratis.

(Red/aw)
Editor:Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *