News

Korban Longsor di Watukumpul Ditemukan, Operasi SAR Hari Keenam Resmi Ditutup

×

Korban Longsor di Watukumpul Ditemukan, Operasi SAR Hari Keenam Resmi Ditutup

Sebarkan artikel ini

Korban Longsor di Watukumpul Ditemukan, Operasi SAR Hari Keenam Resmi Ditutup

RABN.CO.ID, PEMALANG – Tim gabungan akhirnya menemukan seluruh korban bencana alam tanah longsor di Dusun Siranti, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang.

Pada hari keenam pencarian, Jumat, 30 Januari 2026, satu jenazah terakhir berhasil dievakuasi dari timbunan longsor.

Korban yang ditemukan diketahui bernama Hamim, 60 tahun, seorang petani, warga Dusun Siranti RT 07 RW 03, Desa Bongas. Jenazah ditemukan tertimbun material longsoran sekitar pukul 12.57 WIB.

Pencarian dimulai sejak pagi hari.
Sekitar pukul 07.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, TAGANA, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan, serta warga setempat menggelar apel pengecekan di Posko Balai Desa Bongas.

Setengah jam kemudian, pencarian dilanjutkan di lokasi longsor.

Karena faktor cuaca dan kondisi medan yang berisiko, pencarian sempat dihentikan sementara pada pukul 11.30 WIB, sebelum akhirnya kembali dilanjutkan pukul 12.30 WIB. Tak lama berselang, jenazah korban ditemukan di area longsoran.

Jenazah Hamim dievakuasi menuju rumah duka pada pukul 13.15 WIB dan tiba sekitar 13.50 WIB.

Setelah dilakukan proses pemandian jenazah, almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Bongas pada pukul 15.00 WIB.

Camat Watukumpul, Arief Rachman Hakim, yang memimpin langsung proses pencarian, menyampaikan bahwa dengan ditemukannya korban terakhir, maka seluruh korban longsor di wilayah tersebut telah berhasil dievakuasi.

“Dengan ditemukannya satu korban terakhir, operasi SAR bencana tanah longsor di Dusun Siranti secara resmi dinyatakan selesai,” ujar Arief.

Operasi pencarian dan penyelamatan selama enam hari tersebut dikoordinir oleh Basarnas, dengan dukungan penuh dari seluruh unsur tim gabungan dan partisipasi aktif masyarakat setempat.

Bencana tanah longsor di Desa Bongas sebelumnya dipicu oleh kondisi tanah labil akibat curah hujan tinggi.

Pemerintah daerah menghimbau warga yang tinggal di kawasan rawan bencana untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.(Red – Tim Liputan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *