News

Longsor Besar Terjang Dusun Situkung Banjarnegara Menelan Korban Jiwa , 1 Orang Meninggal dan 2 Masih Terjebak

×

Longsor Besar Terjang Dusun Situkung Banjarnegara Menelan Korban Jiwa , 1 Orang Meninggal dan 2 Masih Terjebak

Sebarkan artikel ini

Longsor Besar Terjang Dusun Situkung Banjarnegara Menelan Korban Jiwa , 1 Orang Meninggal dan 2 Masih Terjebak

RABN.CO.ID, BANJARNEGARA – BPBD kerahkan tim gabungan.Musibah hadir tanpa pernah mengetuk pintu. Ketika curah hujan menderas selama hampir tiga jam, tanah yang selama ini menopang kehidupan masyarakat Situkung justru runtuh dan menelan pemukiman. Duka dan kepanikan menyatu dalam suara tangis, sirene ambulans, serta teriakan relawan yang terus memanggil nama-nama warga yang belum ditemukan.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pandanarum selama hampir tiga jam memicu tanah longsor besar yang menerjang Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Banjarnegara, pada Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.

Material longsor yang berasal dari tebing hutan pinus dengan diameter sekitar 100 x 100 meter tersebut menimpa pemukiman warga di RT 01–04 RW 03.

Foto-foto yang beredar dari lokasi menunjukkan lereng bukit yang ambrol, rumah-rumah warga tertimbun material lumpur, dan petugas yang berjibaku melakukan pencarian dengan kondisi medan licin.

1 Korban Meninggal, 2 Masih Terjebak

BPBD Banjarnegara mencatat satu warga atas nama Klewih (40) ditemukan meninggal dunia sekitar 1 kilometer dari pusat longsoran. Dua warga lain mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke RSUD Banjarnegara dan Puskesmas Pandanarum.
Sementara itu, dua warga lainnya masih dilaporkan terjebak di lokasi dan sedang dalam proses evakuasi.

“Longsor terjadi dengan volume besar dan kecepatan tinggi. Kami masih melakukan pencarian dengan segala keterbatasan di lapangan, namun upaya terus kami maksimalkan,” ujar Kalaksa BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, di lokasi kejadian.

480 Jiwa Mengungsi

Sebanyak 480 jiwa dari 180 KK harus mengungsi akibat rumah mereka terdampak atau berada di zona tidak aman. Pengungsian dipusatkan di Kantor Kecamatan Pandanarum, tempat tenda darurat, dapur umum, dan posko lapangan didirikan.

Camat Pandanarum, Agung Dwiantoko, menyampaikan kondisi medan menyulitkan upaya evakuasi.

“Akses menuju titik longsor sangat licin dan terjal. Namun tim gabungan akan tetap beroperasi hingga seluruh warga berhasil dievakuasi, termasuk dua korban yang masih hilang,” ujarnya.

Kebutuhan Mendesak

Petugas di posko melaporkan kebutuhan yang perlu segera dipenuhi bagi para pengungsi, antara lain:

Logistik permakanan

Matras dan selimut

Air mineral

Hygiene kit dan family kit

Laptop, printer, ATK, dan banner posko

Penambahan tenda dan fasilitas pos lapangan

Upaya Penanganan

Tim BPBD bersama TNI–Polri, relawan, dan perangkat desa telah melakukan sejumlah langkah cepat, seperti:

Assessment dan pemetaan titik longsor

.Evakuasi warga ke lokasi aman

.Pendirian posko lapangan dan dapur umum

.Penyaluran logistik darurat

Koordinasi lintas instansi untuk percepatan pencarian korban

Tragedi di Situkung kembali mengingatkan bahwa wilayah rawan longsor di Banjarnegara memerlukan kewaspadaan berlapis. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih bekerja tanpa henti demi menemukan dua warga yang masih hilang, di tengah medan licin dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.(Tim liputan)

Editor : Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *