Malam Wungon Desa Glandang, Sambut Hari Jadi Pemalang ke-451, Setiap Desa Lakukan Wungon Serentak
RABN.CO.ID, PEMALANG – Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451, tanggal 24 Januari 2026.Upacara akan di lakukan di Alun-alun Pemalang pukul 07.00 WIB. Pemerintah Desa Glandang, Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang menggelar tradisi Malam Wungon pada Jum’at malam (23/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Pemalang yang juga dilaksanakan secara serentak oleh desa-desa lain di wilayah Kabupaten Pemalang.
Malam Wungon merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Jawa yang diisi dengan doa bersama, tirakatan, dan refleksi spiritual sebagai bentuk rasa syukur sekaligus permohonan keselamatan bagi daerah dan masyarakat.
Di Desa Glandang, kegiatan dipusatkan di balai desa dan diikuti oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta warga setempat.
Kepala Desa Glandang, Zaenal Imron, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Malam Wungon menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengenang perjalanan panjang Kabupaten Pemalang hingga memasuki usia ke-451 tahun.
“Melalui Malam Wungon ini, kita memanjatkan doa agar Pemalang semakin maju, masyarakatnya sejahtera, serta dijauhkan dari segala marabahaya. Tradisi ini juga menjadi pengingat agar kita tetap menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.
Rangkaian acara diisi dengan pembacaan doa, tahlil, serta tirakatan yang berlangsung khidmat.
Warga tampak antusias mengikuti seluruh prosesi, bahkan sebagian membawa tumpeng dan hidangan sederhana sebagai simbol rasa syukur.
Selain di Desa Glandang, Malam Wungon juga dilaksanakan di masing-masing desa dan kelurahan se-Kabupaten Pemalang.
Pemerintah daerah mengimbau agar kegiatan ini dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, dan menumbuhkan semangat gotong royong.
Dengan digelarnya Malam Wungon serentak, diharapkan peringatan Hari Jadi Pemalang ke-451 tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum spiritual dan kultural untuk mendorong pembangunan daerah yang berlandaskan nilai religius dan budaya lokal.( Red-Tim liputan)
Editor :Sofid











