Menteri Keuangan Purbaya Dorong Media Perkuat Fungsi Kritis Demi Ekonomi Indonesia Lebih Maju
RABN.CO.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya mengajak media massa untuk terus menjalankan peran kontrol dan kritik konstruktif demi mendorong arah kebijakan ekonomi Indonesia semakin tepat dan efektif.(17/11/2025)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mendorong insan media untuk lebih gencar mengkritik kondisi perekonomian negara.
Menurutnya, jurnalis memilik peran penting ketika kondisi ekonomi negara mengalami tekanan. Terlebih, melemahnya perekonomian juga berdampak terhadap kondisi bisnis media nasional.
“Tadi juga saya sempat diskusi dengan pemred – pemrednya (pemimpin redaksi). Mereka mengeluh, katanya bisnis journalism media lagi turun. Saya bilang ya itu karena Anda kemarin-kemarin enggak protes cukup banyak. Sehingga ekonomi jatuh, anda diem aja,” kata Purbaya dalam acara Run For Good Journalism 2025 by Forum Pemred di Atma Jaya, Jakarta, Minggu (16/11/2025).
Dengan demikian, Purbaya menilai jurnalis memiliki tanggung jawab dengan kondisi lambatnya perekonomian dalam negeri.
“Ke depan, mesti kritik, kasih masukan, biar kita enggak jatuh lagi ekonominya. Jadi ekonomi melambat, jurnalis juga berdosa,” lanjutnya.
Di tengah keyakinannya bahwa perekonomian nasional memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih kuat pada akhir 2025 hingga tahun berikutnya.
Purbaya menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV tahun 2025 dapat menembus lebih dari 5,5 persen, bahkan berpotensi menyentuh 5,6 hingga 5,7 persen. Menurutnya, berbagai kebijakan fiskal dan struktural yang sedang dijalankan pemerintah akan memberikan efek percepatan bila terus dikawal dengan baik.
“Saya sih kira-kira Triwulan IV ekonomi bisa tumbuh di atas 5,5 persen, bisa 5,6 atau 5,7 persen,” ujarnya.
Tak hanya itu, Purbaya memperkirakan ekonomi nasional tahun 2026 dapat tumbuh lebih cepat lagi, mendekati angka 6 persen, seiring meningkatnya efektivitas program pemerintah dan stabilitas fundamental ekonomi.
“Tahun depan saya perkirakan akan tumbuh lebih cepat lagi, mungkin sekitar 6 persen. Jadi kelihatannya kalau kebijakan sekarang dijalankan terus dengan baik, kita berharap di arah yang benar,” imbuhnya.(Sumber Kompas TV)
Dorong Media untuk Tetap Kritis
Di tengah optimisme tersebut, Purbaya menegaskan pentingnya peran media sebagai pilar demokrasi yang dapat memperkuat kualitas kebijakan publik. Ia menilai, kritik media bukanlah bentuk penentangan, tetapi kontribusi nyata agar pemerintah tetap waspada, transparan, dan responsif.
Menurutnya, ekonomi yang maju membutuhkan ruang dialog terbuka, termasuk kritik tajam berbasis data, agar potensi masalah bisa cepat diidentifikasi dan diperbaiki.
Purbaya menekankan bahwa pemerintahan yang sehat adalah pemerintahan yang tidak takut dikritik. Ia menyebutkan bahwa keberadaan media independen yang objektif adalah bagian dari ekosistem ekonomi yang modern dan berdaya saing tinggi.
Peran Media sebagai Mitra Perubahan
Dalam keterangannya, Purbaya menyebut media sebagai “mitra penting dalam percepatan ekonomi”, karena dapat membantu menyampaikan informasi akurat kepada publik sekaligus mengawasi jalannya kebijakan.
Ia berharap media terus mendorong pemerintah untuk menjalankan program secara tepat sasaran, efisien, dan transparan, sehingga kepercayaan publik dapat terjaga dan iklim investasi semakin kondusif.
Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan media, Menkeu optimistis Indonesia mampu memperkuat fondasi ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.(Tim liputan)
Editor: Sofid











