Momentum Halal Bihalal 1447 Hijriah, Nuansa Religi Ramadan Keluarga Besar Tuban bin Casmadi Warnai Silaturahmi di Makam Mbah Sembung Yuda atau Mbah Sedayu Pemalang
RABN.CO.ID, PEMALANG – Suasana religius Ramadan dan semangat Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 Masehi terasa begitu kental dalam kegiatan halal bihalal Keluarga Besar Tuban bin Casmadi yang digelar di Makam Mbah Sembung Yuda atau Mbah Sedayu, Desa Kabunan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Tradisi tahunan yang telah berlangsung turun-temurun ini kembali menjadi momentum spiritual sekaligus ajang mempererat silaturahmi keluarga besar yang mayoritas berprofesi sebagai abdi negara dari berbagai satuan TNI dan Polri.Sabtu (21/3/2026)
Kegiatan yang dilaksanakan penuh khidmat tersebut tidak hanya menjadi pertemuan keluarga selepas Ramadan, tetapi juga wujud rasa syukur atas nikmat kebersamaan, kesehatan, serta pengabdian kepada bangsa dan negara. Para anggota keluarga hadir dari berbagai daerah dengan latar belakang penugasan berbeda, mulai dari satuan teritorial, kepolisian wilayah, hingga unsur pendukung pertahanan dan keamanan negara.
Sejak pagi hari, rangkaian acara diawali dengan ziarah makam dan pembacaan doa bersama untuk para leluhur, khususnya Mbah Sembung Yuda atau Mbah Sedayu yang dihormati sebagai tokoh spiritual dan simbol persatuan keluarga.
Lantunan tahlil dan doa menggema di area makam, menciptakan suasana religius yang sarat makna refleksi setelah menjalani ibadah Ramadan selama satu bulan penuh.
Dalam sambutannya, perwakilan keluarga menyampaikan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari pendidikan spiritual keluarga. Nilai-nilai Ramadan seperti keikhlasan, kesabaran, disiplin, dan pengabdian diyakini selaras dengan prinsip hidup para anggota keluarga yang mengabdikan diri sebagai prajurit TNI maupun anggota Polri.
“Ramadan mengajarkan pengendalian diri dan penguatan iman. Sebagai abdi negara, nilai itu menjadi landasan moral dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan melayani masyarakat,” ungkap salah satu keluarga.
Momentum halal bihalal ini juga menjadi ruang refleksi bagi keluarga besar yang memiliki latar belakang pengabdian di institusi negara. Kebersamaan yang terjalin mencerminkan semangat persatuan, loyalitas, serta tanggung jawab sosial yang tidak hanya diwujudkan dalam tugas kedinasan, tetapi juga dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Tausiyah yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menekankan bahwa Idul Fitri merupakan titik kembali kepada fitrah, yakni hati yang bersih, hubungan yang harmonis, serta komitmen memperbaiki diri.Nilai religius Ramadan diharapkan terus hidup dalam keseharian, terutama bagi mereka yang memegang amanah besar sebagai penjaga stabilitas bangsa.
Suasana haru terlihat saat seluruh keluarga saling bersalaman dan memohon maaf lahir batin. Generasi muda hingga para sesepuh duduk bersama tanpa sekat, memperlihatkan kuatnya ikatan kekeluargaan yang telah diwariskan sejak lama. Tradisi ini menjadi simbol bahwa pengabdian kepada negara tetap berakar pada nilai keluarga, agama, dan budaya.
Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai religius kepada generasi penerus agar tetap menjunjung tinggi akhlak, kedisiplinan, serta rasa hormat kepada orang tua dan leluhur. Para orang tua berharap tradisi halal bihalal ini mampu menjaga identitas keluarga sekaligus memperkuat karakter generasi muda di tengah tantangan zaman modern.
Makam Mbah Sembung Yuda atau Mbah Sedayu sendiri memiliki nilai historis dan spiritual bagi keluarga besar Tuban bin Casmadi.Setiap tahun, lokasi ini menjadi titik temu yang menyatukan anggota keluarga dari berbagai profesi dan daerah penugasan, menegaskan bahwa akar persaudaraan tetap menjadi fondasi utama kehidupan.
Melalui momentum halal bihalal 1447 Hijriah ini, keluarga besar Tuban bin Casmadi berharap nilai religius Ramadan tidak berhenti sebagai ritual tahunan, melainkan terus menjadi pedoman hidup. Tradisi yang terjaga hingga kini menjadi bukti bahwa silaturahmi, doa, dan penghormatan kepada leluhur mampu memperkuat persatuan keluarga sekaligus menumbuhkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dengan penuh khidmat, kegiatan ditutup dengan doa bersama agar seluruh anggota keluarga senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, serta kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian. Halal bihalal di Makam Mbah Sembung Yuda atau Mbah Sedayu pun kembali menegaskan bahwa nilai agama, tradisi, dan pengabdian adalah satu kesatuan yang terus hidup dari generasi ke generasi.
(Red/Frj)
Editor:Sofid











