Musrenbangdes Randudongkal Memanas, Kades Semaya Desak DPRD dan Dinsos Tegas Soal Keadilan Program
RABN.CO.ID, PEMALANG – 6 Februari 2026, Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang,(5/2), berlangsung panas dan penuh tensi. Forum resmi yang dihadiri DPRD Pemalang, Dinas Sosial, unsur TNI/Polri, BPD, serta kepala desa se-kecamatan itu diwarnai adu argumentasi tajam terkait keadilan dan ketepatan program bantuan sosial.
Sorotan utama datang dari Kepala Desa Semaya, Joko, yang secara terbuka mendesak DPRD dan Dinas Sosial agar bersikap tegas dan adil dalam penentuan kebijakan. Ia menegaskan Musrenbangdes tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi harus menghasilkan keputusan konkret yang benar-benar berpihak pada kebutuhan riil masyarakat desa.
Joko menyoroti lemahnya sinkronisasi data bantuan sosial dengan kondisi lapangan, minimnya keterlibatan desa, serta dampak kecemburuan sosial yang terus berulang. Pernyataan tersebut memicu respons dari perwakilan Dinas Sosial, membuat jalannya forum berlangsung dinamis dan tegang.
Meski memanas, pimpinan rapat menilai perbedaan pandangan sebagai bagian dari proses demokrasi perencanaan pembangunan.
Kehadiran DPRD Pemalang menjadi titik krusial, karena aspirasi dan kritik desa disampaikan langsung untuk dicatat dan diperjuangkan di tingkat kabupaten.
Musrenbangdes Randudongkal menjadi penegasan sikap desa: keadilan program, transparansi kebijakan, dan keberpihakan anggaran bukan lagi tuntutan normatif, melainkan kebutuhan mendesak.
Pesan forum jelas—desa tidak ingin sekadar didengar, tetapi diperjuangkan.
(Red/Rukhin)
Editor:Sofid











