News

Pansel Calon Perangkat Desa Wanarata,Resmi Batalkan Surat Pernyataan Tidak Akan Menggugat Hasil Penyaringan Yang di Tetapkan Panitia

×

Pansel Calon Perangkat Desa Wanarata,Resmi Batalkan Surat Pernyataan Tidak Akan Menggugat Hasil Penyaringan Yang di Tetapkan Panitia

Sebarkan artikel ini

Pansel Calon Perangkat Desa Wanarata,Resmi Batalkan Surat Pernyataan Tidak Akan Menggugat Hasil Penyaringan Yang di Tetapkan Panitia

RABN.CO.ID, PEMALANG – Panitia Seleksi Calon Perangkat Desa Wanarata akhirnya mencabut surat pernyataan wajib yang berisi komitmen peserta tidak akan menggugat hasil seleksi. Keputusan ini diumumkan seusai gelombang kritik dari warga, peserta, hingga pegiat hukum yang menilai dokumen tersebut cacat prosedur dan berpotensi membungkam hak keberatan.(3/12/2025)

Ketua Pansel Wanarata, melalui surat resmi.

Surat Pernyataan Nomor : 400.10.2/01/Pangkat/2025 , Tanggal 3 Desember 2025.

Pada Rabu siang, mengakui bahwa surat pernyataan itu “kurang tepat secara regulasi” dan menimbulkan interpretasi seolah peserta dipaksa mengesampingkan jalur keberatan yang dilindungi undang-undang. “Kami putuskan untuk membatalkan, demi menjaga transparansi proses,” katanya.

Ini menunjukkan sejak awal pansel tidak siap. Kalau tak dikritik, mungkin tetap jalan,” ujar salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya.

Kepala biro Jawa Tengah media RABN.CO.ID , Faroji , menilai insiden ini menambah daftar panjang kekacauan administrasi seleksi perangkat desa di berbagai kecamatan. Menurutnya, pansel kerap menciptakan aturan internal yang bersinggungan dengan asas keadilan. “Surat pernyataan semacam itu jelas problematik. Tidak boleh ada pembatasan hak peserta untuk mengajukan keberatan,” ucapnya.

Dengan pembatalan surat pernyataan tersebut, pansel berjanji memperbaiki mekanisme seleksi agar proses berjalan lebih akuntabel, terukur, dan bebas tekanan. Namun publik menunggu apakah janji itu cukup untuk mengembalikan kepercayaan yang terlanjur terkikis.

Di Desa Wanarata, kesalahan prosedur boleh diperbaiki.Namun kepercayaan yang retak tak selalu bisa direkatkan.

Tinggal kita lihat, apakah pansel memilih belajar dari kritik atau tersandung pada kelalaian yang sama.Warga Wanarata kini menunggu apakah pansel mampu membuktikannya.
(Tim liputan)

Editor : Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *