Pantun “I Love You” Buka Pelantikan, Pesan Tegas: Perangkat Desa Rembul Dituntut Siaga 24 Jam Layani Warga
RABN.CO.ID, PEMALANG – Kepala Desa Rembul, Suprayogi, mengawali pelantikan dua perangkat desa baru dengan pesan yang lugas. Ia menegaskan bahwa jabatan bukan simbol prestise, melainkan amanah yang harus dibayar dengan kerja nyata dan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Selamat kepada dua perangkat desa yang baru dilantik. Setelah ijab kabul jabatan ini, saya titip satu hal penting: utamakan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” tegas Suprayogi.Selasa (3/2/2026)
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa sumpah jabatan tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus tercermin dalam etos kerja sehari-hari.
Sementara itu, Camat Randudongkal Agus Mulyadi membuka sambutannya dengan pantun ringan yang memecah suasana formal pelantikan.
“Saepul minum jamu, Desa Rembul I love you,” ucapnya, disambut senyum dan tawa hadirin.
Namun di balik pantun tersebut, Camat Agus menyampaikan pesan yang jauh dari ringan. Ia menilai proses penjaringan perangkat Desa Rembul telah melalui tahapan yang cukup berkualitas, bahkan diisi oleh sumber daya manusia berlatar pendidikan sarjana. Menurutnya, kualitas rekrutmen harus sejalan dengan kualitas kinerja.
“Mulai detik ini, panjenengan resmi menjadi perangkat desa 24 jam. Kalau warga atau kepala desa membutuhkan, wajib dilayani dengan baik,” ujarnya tegas.
Pernyataan itu secara implisit menegur praktik lama perangkat desa yang kerap hanya aktif di jam kantor, sementara kebutuhan warga sering datang di luar waktu formal.
Camat Agus juga menekankan peran strategis perangkat desa dalam membantu kepala desa, mulai dari optimalisasi penerimaan PBB hingga ketepatan data Desil 1 sampai Desil 5 yang menjadi dasar penyaluran bantuan sosial.
“Kalau urusan bantuan, jangan jalan pelan. Kades lari, pelayanan ikut lari,” tandasnya.
Kalimat tersebut menyiratkan kritik terhadap birokrasi desa yang lamban dan tidak responsif, terutama dalam urusan bantuan sosial yang langsung menyangkut hajat hidup warga.
Pelantikan ini seharusnya menjadi titik awal kerja nyata, bukan sekadar agenda formal tahunan. Tantangan sesungguhnya ada pada pembuktian: apakah perangkat desa baru benar-benar siap hadir, sigap, dan berpihak pada kepentingan warga Desa Rembul—atau justru larut dalam rutinitas lama yang minim dampak.(Red/Rukhin)
Editor:Sofid











