News

Pemkab Pemalang Resmi Batalkan Festival Budaya Jimat pada Hari Jadi Pemalang ke-451

×

Pemkab Pemalang Resmi Batalkan Festival Budaya Jimat pada Hari Jadi Pemalang ke-451

Sebarkan artikel ini

Pemkab Pemalang Resmi Batalkan Festival Budaya Jimat pada Hari Jadi Pemalang ke-451

RABN.CO.ID, PEMALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang secara resmi membatalkan pelaksanaan Festival Budaya Jimat yang sebelumnya dijadwalkan pada Hari ini Rabu 28 Januari 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Pemalang ke-451. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi daerah dan situasi sosial masyarakat.

Pembatalan Festival Budaya Jimat ini tertuang dalam surat resmi bernomor B/500.13/25/DISPARBUD/2026 yang ditandatangani oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang, Endro Johan Kusuma. Surat tersebut menjadi dasar resmi pembatalan agenda budaya yang selama ini menjadi salah satu ikon peringatan hari jadi daerah.

Dalam keterangan resminya, Pemkab Pemalang menyampaikan bahwa keputusan pembatalan diambil sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus empati terhadap kondisi yang tengah dihadapi masyarakat.

“Festival Budaya Jimat merupakan agenda budaya yang sarat makna sejarah dan tradisi. Namun, dengan mempertimbangkan kondisi daerah saat ini, pemerintah memutuskan untuk membatalkan pelaksanaannya tahun ini,” demikian bunyi pernyataan resmi Pemkab Pemalang.

Festival Budaya Jimat selama ini dikenal sebagai salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini biasanya diisi dengan kirab pusaka, pertunjukan seni tradisional, ritual budaya, serta doa bersama yang melibatkan tokoh adat, budayawan, dan masyarakat luas. Setiap pelaksanaannya, ribuan warga kerap memadati pusat kota untuk menyaksikan prosesi tersebut.

Menurut Pemkab, pembatalan festival dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi daerah, efektivitas pengamanan, hingga perlunya memusatkan perhatian pada agenda yang dinilai lebih prioritas. Dalam situasi saat ini, pelaksanaan kegiatan berskala besar dinilai kurang tepat untuk digelar.

Meski Festival Budaya Jimat ditiadakan, Pemkab Pemalang memastikan bahwa peringatan Hari Jadi Pemalang ke-451 tetap dilaksanakan melalui sejumlah kegiatan lain yang digelar secara lebih sederhana dan menyesuaikan keadaan. Beberapa agenda yang masih berlangsung di antaranya doa bersama lintas elemen, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta refleksi sejarah yang dilaksanakan secara terbatas.

Pembatalan festival ini menimbulkan kekecewaan di kalangan sebagian tokoh masyarakat dan pegiat budaya. Namun demikian, mereka menyatakan dapat memahami keputusan pemerintah daerah dan berharap Festival Budaya Jimat dapat kembali digelar pada peringatan hari jadi Pemalang di tahun mendatang.

“Kami tentu menyayangkan pembatalan ini, karena Festival Budaya Jimat merupakan bagian penting dari identitas budaya Pemalang. Namun keselamatan dan kondisi masyarakat harus menjadi prioritas utama,” ujar salah satu tokoh budaya Pemalang.

Pemkab Pemalang juga mengajak masyarakat untuk tetap memaknai peringatan Hari Jadi Pemalang sebagai momentum memperkuat persatuan, gotong royong, serta kepedulian sosial. Pemerintah menegaskan bahwa esensi hari jadi daerah tidak semata terletak pada kemeriahan acara, melainkan pada refleksi dan komitmen bersama untuk membangun Pemalang yang lebih baik ke depan.

Dengan pembatalan Festival Budaya Jimat ini, Pemkab berharap masyarakat dapat memahami kebijakan tersebut sebagai langkah yang diambil demi kepentingan yang lebih luas, sekaligus memastikan bahwa nilai-nilai dan warisan budaya Pemalang tetap dijaga serta dilestarikan di masa yang akan datang.(Red-Tim Liputan)

Editor:Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *