Pencarian Korban Longsor di Pemalang Hari Keempat Terhenti Sementara, Cuaca Ekstrem Jadi Kendala
RABN.CO.ID, PEMALANG – Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap satu warga yang hilang akibat tanah longsor di Dukuh Siranti, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang.
Hingga Rabu, 28 Januari 2026 pukul 11.30 WIB, korban atas nama Hamim (60 tahun) belum berhasil ditemukan.
Tanah longsor terjadi pada Minggu pagi, 25 Januari 2026 sekitar pukul 06.00 WIB, di area perhutani Dukuh Siranti.
Longsoran dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan kondisi tanah menjadi labil. Material longsor menimbun area persawahan padi seluas kurang lebih satu hektare.
Dalam peristiwa tersebut, dua orang petani dilaporkan tertimbun, yakni Hamim dan anaknya Aksinudin (40 tahun), warga RT 05 RW 02 Dukuh Siranti. Aksinudin telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara Hamim hingga kini masih dalam pencarian.
Selain korban jiwa, longsor juga mengakibatkan lima ekor kambing mati tertimbun material tanah.
Pencarian Hari Keempat Gunakan Anjing K-9
Upaya pencarian pada hari keempat dimulai dengan apel gabungan pukul 06.20 WIB. Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, Polri, TNI, relawan, dan masyarakat setempat langsung menuju lokasi longsor dengan melibatkan unit K-9 Polres Pemalang.
Anjing pelacak digunakan untuk menyisir titik-titik terakhir korban terlihat. Relawan dan petugas juga mengoperasikan mesin pompa air (alkon) untuk mengarsir area yang terdeteksi oleh anjing pelacak.
Namun, sekitar pukul 10.45 WIB, pencarian terpaksa dihentikan sementara. Hujan deras yang turun secara tiba-tiba memicu pergerakan tanah lanjutan. Beberapa pohon tumbang di area mahkota longsor bahkan terseret arus lumpur ke bagian bawah lereng, membahayakan keselamatan petugas.
Medan Curam dan Cuaca Ekstrem
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, mengatakan medan pencarian sangat menantang.
“Akses menuju lokasi cukup curam dan terjal, ditambah kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung,” ujarnya dalam laporan situasi.
Hingga saat ini, tanda-tanda keberadaan korban belum ditemukan. Tim SAR gabungan masih bersiaga dan akan melanjutkan operasi pencarian setelah kondisi dinyatakan aman.
Kebutuhan Mendesak Logistik dan BBM
BPBD Kabupaten Pemalang mencatat sejumlah kebutuhan mendesak, di antaranya logistik permakanan untuk mendukung personel di lapangan serta bahan bakar minyak (BBM) guna operasional alkon dan peralatan pendukung lainnya.
Posko operasi pencarian dan pertolongan (Opsar) didirikan di samping rumah korban, sekaligus menjadi pusat koordinasi lintas instansi dan relawan.
Unsur Terlibat
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Kabupaten Pemalang, USS Basarnas Pemalang, Polsek Watukumpul dan Randudongkal, K-9 Polres Pemalang, Puskesmas Cikadu, Forkopimda, Perhutani (Polhut), Destana Jojogan, Sabawana Pemalang, serta relawan setempat.
BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah rawan longsor, mengingat intensitas hujan di Kabupaten Pemalang masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. (Red – Tim Liputan).
Editor: Sofid











