News

Progres City Walk Pemalang Disorot: Pekerjaan Dikebut, Pengawasan Mutu dan Kualitas Jangan Asal-Asalan

×

Progres City Walk Pemalang Disorot: Pekerjaan Dikebut, Pengawasan Mutu dan Kualitas Jangan Asal-Asalan

Sebarkan artikel ini

Progres City Walk Pemalang Disorot: Pekerjaan Dikebut, Pengawasan Mutu dan Kualitas Jangan Asal-Asalan

RABN.CO.ID, PEMALANG – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan Kota Pemalang, harapan warga kembali menggantung pada sebuah janji perubahan: hadirnya City Walk yang digadang mampu menghidupkan kembali denyut ruang publik. Namun di balik geliat pembangunan yang dikebut, terselip kegelisahan yang tak bisa diabaikan. Jalanan yang berubah mendadak, akses usaha yang terganggu, hingga kualitas pekerjaan yang mulai dipertanyakan membuat masyarakat bertanya—apakah proyek ini benar-benar untuk mereka?

Warga menunggu, sebagian menahan napas, berharap pembangunan ini tak hanya menjadi simbol kecantikan kota, tetapi juga bukti bahwa suara dan kenyamanan mereka dihargai. Publik menginginkan satu hal sederhana: hasil yang benar-benar layak, transparan, dan berpihak pada kehidupan sehari-hari mereka.

Pembangunan City Walk Pemalang yang dimulai sejak 4 Agustus 2025 terus dikejar penyelesaiannya. Proyek yang digadang mampu memperbaiki kualitas ruang publik di pusat kota ini kini memasuki tahapan pengerjaan intensif. Namun di tengah percepatan tersebut, publik menyoroti transparansi progres serta mitigasi dampak sosial yang muncul selama masa konstruksi. (9/11/2025)

City Walk dirancang untuk menata ulang kawasan Jalan Jenderal Sudirman, termasuk penanaman kabel utilitas, pelebaran trotoar, hingga pembentukan ruang publik yang lebih aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Pemerintah daerah menyebut proyek ini sebagai bagian dari revitalisasi wajah kota, namun percepatan yang dilakukan menimbulkan pertanyaan publik terkait kualitas pekerjaan dan kepastian waktu penyelesaian.

Tahapan Pengerjaan Bergeser Bertahap

Hingga kini, pengerjaan berfokus pada segmen Simpang Gacoan hingga Jalan Kenanga. Setelah itu, pekerjaan direncanakan berlanjut ke koridor lain seperti area Jogja Mall hingga Pegadaian. Pengerjaan bertahap dipilih untuk meminimalkan gangguan aktivitas masyarakat dan pelaku usaha, meski keluhan terkait akses dan penurunan omzet masih muncul dari sejumlah pedagang di kawasan terdampak.

“mudah-mudahan cepet jadi
dan kedepanya toko saya bisa rame gak sepi”ujar salah satu pemilik toko di kawasan jl. Jenderal Sudirman.

Target Rampung Bulan Desember, Kontrak 150 Hari Masih Jadi Sorotan

Secara kontraktual, proyek ini memiliki durasi 150 hari kerja terhitung sejak 4 Agustus 2025 diperkirakan rampung pada bulan Desember. Publik mempertanyakan apakah citywalk bisa selesai sesuai jadwal, pengawasan mutu yang memadai, mengingat beberapa proyek serupa sebelumnya mendapat sorotan terkait kualitas finishing harus menjadi perhatian khusus pemerintah daerah.

Salah satu warga dan juru parkir juga menyebutkan kalo pengerjaan proyek citywalk ada beberapa pengerjaan tidak rapi.

” itu pemasangan granit kurang bagus dan ada yang pecah-pecah sejumlah titik menggenang air,kalo bisa mandornya ngecek ulang” ungkapnya

Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah Memicu Dampak Turunan

Rekayasa lalu lintas dengan sistem satu arah selama pembangunan masih diberlakukan. Meski pemerintah menilai kebijakan ini sebagai langkah strategis, kenyataannya sejumlah ruas mengalami peningkatan kepadatan pada jam tertentu. Pengendara mengeluhkan kurangnya rambu informasi sementara serta perubahan jalur yang dinilai mendadak.

Pakar transportasi lokal menilai pengaturan lalu lintas harus dibarengi dengan penyediaan jalur alternatif dan informasi publik yang lebih sistematis agar tidak mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas warga kota.

Anggaran Proyek Perlu Dikawal Ketat

Pemerintah daerah menyiapkan anggaran signifikan untuk proyek ini. Namun detail rinciannya belum sepenuhnya dipublikasikan kepada publik. Sejumlah pemerhati kebijakan menegaskan bahwa proyek bernilai besar di ruang publik harus diawasi secara transparan, mulai dari spesifikasi teknis, penggunaan material, hingga progres fisik bulanan.

Tanpa keterbukaan informasi, risiko terjadinya deviasi anggaran maupun penurunan kualitas pekerjaan semakin besar.

Warga Menunggu Hasil, Pemerintah Diminta Lebih Responsif

Di tengah percepatan pembangunan, masyarakat berharap pemerintah lebih responsif terhadap keluhan lapangan dan lebih terbuka mengenai progres konstruksi. City Walk Pemalang diharapkan tidak hanya menjadi wajah baru kota, tetapi juga proyek yang akuntabel, transparan, dan memberikan manfaat langsung bagi warga.( Red/rohman)

Editor: Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *