Seleksi Perangkat Desa Tahap Kesehatan dan Wawancara Rampung,Masuk Tahap Krusial Komputerisasi
RABN.CO.ID, PEMALANG – Tahapan seleksi lanjutan perangkat Desa Kabunan Kecamatan Taman Kab.Pemalang memasuki fase paling menentukan. Setelah 25 peserta menyelesaikan tes kesehatan,Jumat (19/25) di Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang dan di nyatakan lolos semua, panitia seleksi melanjutkan proses dengan tahapan wawancara yang digelar secara tertutup di ruang kerja Kepala Desa Kabunan,sejumlah 24 peserta, dan 1 Peserta tidak hadir. Panitia seleksi memutuskan 24 Peserta dapat mengikuti tes tahapan selanjutnya. Sabtu (20/12/2025)
Tes kesehatan yang dilaksanakan sebelumnya menjadi pintu awal penyaringan peserta. Panitia menyebut pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan calon perangkat desa benar-benar layak secara fisik dan mental. Namun, bagi sebagian warga, tahapan ini belum sepenuhnya menjawab kekhawatiran akan objektivitas seleksi.
“Tahapan Tes kesehatan dan Wawancara usai dilaksanakan, berikut masuk ke tahap Komputerisasi, pelaksanaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia”
Seleksi akan berlanjut ke tes tertulis berbasis komputer.Nanum, pernyataan normatif itu belum cukup meredam keresahan peserta.
Hingga kini ,belum ada penjelasan resmi tentang jumlah unit komputer, standar kelayakan perangkat,sistem cadangan, maupun mekanisme pengawasan independen selama tes berlangsung.
Tes kesehatan dan wawancara masih bisa dibawa secara kasat mata.
Tes Komputerisasi berbeda. Disitulah integritas sistem benar benar diuji
Tahap wawancara disebut bukan sebagai penentu akhir kelulusan. Peserta akan diuji pemahaman regulasi desa, komitmen pelayanan publik, hingga kesiapan menghadapi dinamika pemerintahan desa. Namun, transparansi kembali menjadi tuntutan utama masyarakat.
Sejumlah warga Kabunan berharap proses wawancara tidak sekadar formalitas. Mereka meminta panitia seleksi benar-benar menilai kemampuan, bukan kedekatan atau titipan kepentingan tertentu.
Menurut sumber, menegaskan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai aturan dan akan dipertanggungjawabkan.
Hasil akhir, kata mereka, akan diumumkan secara terbuka setelah seluruh tahapan proses rampung.
Kini, sorotan publik tertuju pada tahapan Komputerisasi.
Masyarakat Desa Kabunan pun diminta tidak tinggal diam.Seleksi perangkat desa bukan sekedar urusan panitia dan peserta, melainkan menyangkut masa depan pelayanan publik di desa.
Jika panitia ingin menjaga Pelayanan publik, maka keterbukaan mutlak diperlukan.Mulai dari simulasi uji kelayakan perangkat, hingga pengawas pihak ketiga.
Tanpa itu, muncul dugaan tes tertulis beresiko menjadi sumber kecurangan, bocoran jawaban soal yang sudah terkunci di sistem,pada peserta tertentu, yang seharusnya bersih justru meninggalkan luka panjang di tengah masyarakat. (Red/MF)
Editor: Sofid











