Tak Menunggu Bantuan, Petani Mangga Desa Kabunan Bergotong Royong Menambal Jalan Usaha Tani
RABN.CO.ID, PEMALANG – Ketika jalan usaha tani rusak parah dan menghambat aktivitas warga, Kelompok Tani Mangga [ KTM ] di Desa Kabunan Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, memilih tidak berpangku tangan. Tanpa menunggu bantuan pemerintah, para petani berinisiatif bergotong royong menambal jalan demi kelancaran aktivitas pertanian dan keselamatan petani.
Jalan yang menjadi akses utama pengangkutan hasil panen mangga itu dipenuhi lubang dan kerap licin saat hujan.
Kondisi tersebut tak hanya menyulitkan petani mangga saat membawa hasil kebun, tetapi juga membahayakan pengendara yang melintas, termasuk warga yang beraktivitas sehari-hari.
Kepada awak media rabn,co.id, ketua Kelompok Tani Mangga [KTM] desa Kabunan, Dianti (52), mengatakan kerusakan jalan sudah lama dikeluhkan. Namun karena perbaikan belum juga terealisasi, para petani sepakat bergerak dengan kemampuan sendiri. “Kami tidak bisa terus menunggu. Jalan ini sangat penting untuk kami mencari nafkah,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).
Dana perbaikan dikumpulkan dari iuran sukarela anggota kelompok tani Mangga. Selain itu, petani sekitar juga ikut menyumbang tenaga dan material seadanya.
Dengan peralatan sederhana, para petani menambal lubang jalan menggunakan sirtu [ pasir dan batu ] dan agar dapat kembali dilalui kendaraan.
Aksi gotong royong tersebut menuai apresiasi dari masyarakat. Warga menilai langkah kelompok petani mangga desa Kabunan mencerminkan kepedulian sosial yang tinggi dan semangat kebersamaan yang mulai jarang terlihat. “Walaupun sederhana, ini sangat membantu kami semua,” kata salah seorang warga.
Pemerintah desa setempat menyatakan apresiasi atas inisiatif para petani dan berjanji akan mengusulkan perbaikan jalan secara permanen melalui anggaran desa maupun pemerintah daerah.
Menurut pemerintah desa, swadaya yang dilakukan petani menjadi bukti nyata bahwa pembangunan tidak selalu harus menunggu, tetapi bisa dimulai dari kesadaran bersama.
Bagi para petani mangga, jalan usaha tani bukan sekadar akses, melainkan urat nadi kehidupan.
Gotong royong yang mereka lakukan menjadi simbol keteguhan dan kepedulian, bahwa di tengah keterbatasan, kebersamaan mampu menghadirkan solusi nyata.(Red/MF)
Editor:Sofid











