News

Tanah Longsor Timpa Rumah Warga di Desa Jojogan Pemalang, Seorang Anak Meninggal Dunia

×

Tanah Longsor Timpa Rumah Warga di Desa Jojogan Pemalang, Seorang Anak Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

Tanah Longsor Timpa Rumah Warga di Desa Jojogan Pemalang, Seorang Anak Meninggal Dunia

RABN.CO.ID, PEMALANG – Bencana tanah longsor terjadi di Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, pada Jumat sore, 6 Januari 2026.

Longsoran perbukitan menimpa rumah warga dan menewaskan seorang anak berusia delapan tahun.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.30 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Watukumpul dengan intensitas tinggi dan berlangsung terus-menerus selama sepekan terakhir.

Tebing di belakang rumah milik Puji Purwanto runtuh dan langsung menghantam bangunan rumah di RT 04 RW 01 Desa Jojogan. Longsoran juga sempat menutup akses jalan raya Watukumpul–Cikadu.

Saat kejadian, Puji Purwanto selaku kepala keluarga diketahui sedang merantau dan bekerja di Jakarta. Di dalam rumah hanya terdapat istrinya, Yuliati (36), dan anak mereka, Kiki Puji Yuliani (8). Keduanya tidak sempat menyelamatkan diri dan tertimbun material longsor.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan evakuasi secara manual dengan peralatan seadanya. Kedua korban berhasil dikeluarkan dari reruntuhan dan langsung dilarikan ke Puskesmas Watukumpul.

Namun, dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan tersebut, Kiki Puji Yuliani dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, Yuliati mengalami luka serius berupa patah tulang dan masih menjalani perawatan medis.
Selain korban jiwa, bencana ini juga mengakibatkan kerugian materiil yang cukup besar.

Rumah korban mengalami rusak berat dengan estimasi kerugian mencapai Rp130 juta.

Aparat kewilayahan bersama warga setempat langsung turun ke lokasi kejadian.

Babinsa Koramil 12 Watukumpul, Serka Sumanto dan Serka Tolani, turut melakukan evakuasi serta membantu penanganan awal di tempat kejadian perkara.

Pemerintah Desa Jojogan telah melaporkan peristiwa ini kepada Forkopimcam Watukumpul dan meneruskan laporan kepada pimpinan terkait.

Hingga saat ini, warga di sekitar lokasi diminta tetap waspada mengingat potensi longsor susulan masih tinggi akibat kondisi tanah yang labil dan curah hujan yang belum mereda.

(Red-Tim liputan)

Editor:Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *