Tangis Haru Seorang Ibu Pecah Bekerja di Dapur MBG, Beban Ekonomi Keluarga Perlahan Terangkat
RABN.CO.ID, PEMALANG – Air mata haru tak terbendung dari wajah Maemunah (42) saat pertama kali mengenakan celemek kerja di Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di desanya. Bagi ibu tiga anak itu, kesempatan bekerja di dapur MBG bukan sekadar pekerjaan, melainkan harapan baru untuk menopang ekonomi keluarga dan masa depan pendidikan anak-anaknya.
Dengan penuh ketulusan,para ibu menyampaikan rasa terima kasih. “Terima kasih Bapak Presiden Prabowo Subianto. Melalu Program ini, kami merasa dilibatkan dalam perjuangan besar bangsa.
Selama bertahun-tahun, Maemunah hanya mengandalkan penghasilan tidak menentu dari pekerjaan serabutan suaminya. Kerap kali, kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak menjadi beban berat yang harus dipikul bersama. “Saya tidak menyangka bisa bekerja tetap di sini. Rasanya seperti mendapat jalan keluar,” ujarnya sambil menyeka air mata, Rabu (1712/2025).
Program MBG tidak hanya menghadirkan makanan bergizi bagi anak-anak dan kelompok rentan, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar, khususnya para ibu rumah tangga.
Di dapur MBG, mereka terlibat langsung dalam proses pengolahan makanan, mulai dari persiapan bahan hingga pendistribusian.
Koordinator Dapur MBG setempat mengatakan, pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dari program ini. “Kami merekrut warga sekitar agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung.
Selain membantu pemenuhan gizi, MBG juga menggerakkan ekonomi keluarga,” katanya.
Kini, dengan penghasilan yang lebih pasti, Maesaroh mengaku lebih tenang. Ia bisa menyisihkan sebagian pendapatan untuk kebutuhan sekolah anak-anaknya. “Tidak besar, tapi dan sangat berarti. Setidaknya, kami tidak lagi terlalu khawatir setiap bulan,” tuturnya.
Diantara kepulan uap dan sisa kehangatan malam,tekad itu tetap menyala bekerja tanpa lelah ,demi anak-anak bangsa ,demi Indonesia yang lebih kuat dan bermartabat
Kisah Maesaroh menjadi gambaran bagaimana program MBG menyentuh sisi kemanusiaan, memberi harapan, dan perlahan mengangkat beban ekonomi keluarga kecil di akar rumput.(Red/MF)
Editor:Sofid











