Terganjal Deposit: Pedagang Kecil Mengetuk Pintu MBG Tak Dibuka – Apakah Suaranya Belum Sampai Istana ?
RABN.CO.ID, PEMALANG – Dibalik Semangat Pemerintah memperluas manfaat Makan Bergizi Gratis [MBG],para pedagang kecil justru terjepit syarat deposit belasan juta ,Suara terus mengetuk ,namun seolah hilang sebelum tiba di meja Presiden RI , Prabowo Subianto.(10/12/2025).
Program Makan Bergizi (MBG) yang digadang-gadang sebagai proyek pemenuhan kebutuhan dasar rakyat, terselip kisah getir para pedagang kecil. Mereka yang berharap bisa ikut memasok bahan baku justru tersandung syarat yang terasa mencekik: deposit belasan juta rupiah hanya untuk masuk daftar pemasok.
Bagi banyak pedagang, angka itu bukan lagi penghalang, tetapi tembok pengap yang membatasi siapa yang boleh ikut menggerakkan roda ekonomi. “Kami diminta setor dulu belasan juta. Katanya untuk jaminan. Jangankan jaminan, modal jalan saja kami cicil,” ujar seorang pedagang sayur yang meminta namanya disamarkan.
Di selatan Pemalang, menurut sumber,kabar soal skema deposit ini sudah lama beredar. Sejumlah pedagang menduga ada pola seleksi tak resmi yang hanya menguntungkan kelompok tertentu—yang modalnya besar, jejaringnya rapi, dan kedekatannya terjalin. Yang kecil? Cukup jadi penonton.
Praktek deposit belasan juta itu memunculkan dugaan publik tentang pola “rental korupsi”- sebuah mekanisme gelap yang terstruktur dan sistematis,di mana akses ekonomi rakyat kecil seakan di gerakan oleh tangan – tangan tak terlihat.
Meki belum pernah di akui secara resmi,bayang-bayang praktik semacam itu kian kuat terasa di tengah ketidakadilan yang dialami pedagang kecil.
Yang ironis, program yang seharusnya menjadi wadah pemberdayaan malah berpotensi menjadi ruang eksklusif. Ketika akses dipagari setoran besar, maka pesan moral MBG ikut luntur: yang diperbaiki bukan hanya nutrisi anak, tapi juga keadilan ekonomi.
Pemerintah daerah dan pengelola program wajib memberi jawaban. Apakah deposit belasan juta itu benar-benar kebijakan resmi? Jika iya, apa urgensinya? Jika tidak, siapa yang bermain di balik meja? Rakyat berhak tahu.
√ Mereka bukan meminta subsidi.
√ Mereka bukan menuntut keistimewaan.
√ Mereka hanya ingin ikut bekerja,ikut memasok,ikut merasakan putaran ekonomi yang katanya untuk rakyat.
Namun setiap langkah dibalas dengan syarat “deposit” belasan juta ,angka yang bagi mereka sama jauhnya dengan langit.(Red /MF)
Editor : Sofid











