News

Widuri Waterpark Terbengkalai: Ikon Wisata Pemalang yang Terbengkalai dan Jadi Simbol Kegagalan Pengelolaan Aset Daerah

×

Widuri Waterpark Terbengkalai: Ikon Wisata Pemalang yang Terbengkalai dan Jadi Simbol Kegagalan Pengelolaan Aset Daerah

Sebarkan artikel ini

Widuri Waterpark Terbengkalai: Ikon Wisata Pemalang yang Terbengkalai dan Jadi Simbol Kegagalan Pengelolaan Aset Daerah

RABN.CO.ID, PEMALANG – Di banyak daerah, sektor pariwisata menjadi tumpuan harapan baru bagi kebangkitan ekonomi setelah pandemi. Namun di Pemalang, jejak masa lalu justru menyisakan luka yang belum tertangani. Widuri Waterpark destinasi kebanggaan masyarakat yang dulu dipadati tawa anak-anak dan hiruk-pikuk wisatawan , kini berdiri sebagai bangunan bisu yang runtuh perlahan. Rumput liar menelan jalur yang dulu ramai, seluncuran berlumut menua tanpa sentuhan, dan patung hiasan patah berserakan seperti saksi kegagalan panjang pengelolaan aset publik.(25/11/2025)

Salah satu ikon wisata Jawa Tengah, Widuri Waterpark di kawasan Pantai Widuri, Pemalang, kini berubah menjadi bangunan kosong yang memprihatinkan. Fasilitas yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat Pemalang itu terbengkalai sejak pandemi COVID-19 pada 2020, meninggalkan kerusakan parah dan suasana angker karena tidak adanya perawatan.

Aset Wisata yang Jatuh Terpuruk

Widuri Waterpark, yang berada di Jalan Laksda Yos Sudarso No. 1, Kelurahan Widuri, dahulu menjadi destinasi favorit keluarga. Namun pandemi mempercepat penutupan tempat tersebut, meskipun sebelum itu kunjungan sudah mulai menurun.

Kondisi terbaru memperlihatkan wahana yang penuh lumut, seluncuran yang rusak, patung ornamen yang patah dan berserakan, serta rumput liar yang menutupi sebagian besar area. Area yang dulu riuh kini sunyi dan memberikan kesan wingit.

Fasilitas Lengkap yang Kini Tinggal Sekadar Bangunan

Widuri Waterpark sempat menjadi pelengkap utama kompleks wisata Pantai Widuri dengan fasilitas seperti:

.Area parkir luas
.Toilet dan kamar mandi
.Mushola
.Rumah makan
.Tempat penitipan barang
.Penginapan

Beragam wahana air: seluncuran, kolam anak & dewasa, ember tumpah

Kini seluruh fasilitas itu dalam kondisi rusak tanpa sentuhan perawatan sejak bertahun-tahun.

Kritik Menguat: Pemerintah Diminta Tidak Lagi Menutup Mata

Kondisi waterpark ini memantik kritik keras publik terhadap pemerintah daerah dan dinas terkait. Dari ikon wisata menjadi bangunan mangkrak, Widuri Waterpark disebut mencerminkan kegagalan tata kelola aset wisata Pemalang pada masa kepemimpinan sebelumnya.

Masyarakat menilai Disparpora harus lebih serius menyelamatkan aset daerah, bukan membiarkan fasilitas bernilai besar hilang begitu saja.

“Widuri ini dulu kebanggaan kami. Sayang sekali kalau dibiarkan seperti ini. Pemerintah sekarang harus punya komitmen membangunkannya lagi,” ujar salah satu warga Pemalang.

Suara Pengunjung: ‘Dulu Cantik, Sekarang Seram’

Seorang warga yang pernah menjadi pengunjung rutin tak dapat menyembunyikan kekecewaannya ketika melihat kondisi terbaru waterpark.

“Dulu seminggu sekali kami sekeluarga rekreasi di sini. Sekarang semua rusak, patung kereta kuda sampai patah-patah, lihatnya serem,” ujarnya dengan nada sedih.

Ia berharap kepemimpinan daerah yang sekarang tidak mengulangi kesalahan pemerintah terdahulu.

“Kasihan pemerintah yang sekarang mewarisi bangunan mangkrak. Mudah-mudahan bisa hidup lagi,” tambahnya.

Revitalisasi Mendesak: Aset Publik Jangan Dibiarkan Mati

Pengamat pariwisata menilai Pemalang harus berani mengambil langkah strategis yang lebih profesional, termasuk opsi kerja sama dengan investor atau pengelolaan oleh BUMD. Revitalisasi penting bukan hanya demi kebanggaan daerah, tetapi juga untuk menggerakkan ekonomi sekitar Pantai Widuri.

Widuri Waterpark sempat menjadi ikon, dan masyarakat berharap pemerintah menjadikannya prioritas untuk dipulihkan agar kembali memberikan manfaat bagi warga dan daerah.
(Red/RS)

Editor : Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *