Wisata Murah Resiko Mahal, Panggung Bambu Menjamur di Tepi Pantai Widuri Pemalang Disorot : Keselamatan Pengunjung Lebih Penting
RABN.CO.ID, PEMALANG – Sebuah panggung bambu yang mulai menjamur didirikan di tepian pantai kawasan wisata widuri Pemalang, kembali memantik sorotan tajam.Bukan soal bentuknya yang dianggap artistik atau menghadirkan nuansa tradisional, melainkan dugaan kelalaian pengelola yang abai terhadap aspek keselamatan pengunjung.Di tengah derasnya promosi wisata dan acara hiburan, struktur bambu yang tipis,dan hanya bertumpu pada tanah berpasir dianggap sebagai ancaman laten.
Ramai wisata dibangun, ribuan pengunjung didatangkan, tetapi satu hal yang kerap terlupa: “keselamatan”.
Di sejumlah titik wisata pantai Widuri di Kabupaten Pemalang, potret kelalaian justru tampil telanjang.berdiri panggung bambu dibibir pantai,yang tak pernah dicek kelayakannya, hingga petugas yang minim sosialisasi keselamatan,dan pelatihan pertolongan pertama,serta simulasi evakuasi bila terjadi bencana. Pertanyaan menggantung: seberapa mahal harga sebuah nyawa?
Upaya mempercantik kawasan wisata pantai Widuri, dengan panggung bambu justru berbuntut kritik.Struktur bambu yang di bangun sebagai spot foto,dan penikmat kuliner serta area kegiatan lainya di atas panggung bambu tepi pantai itu kini disorot karena di nilai rawan roboh saat air laut naik (pasang),dan dapat membahayakan pengunjung, terutama pada akhir pekan ketika jumlah wisata melonjak.(22/11/2025)
Ketua Sekretariat media rabn.co.id Pemalang, Rohmano S, berpendapat “Wisata itu penting. Tapi nyawa manusia jauh lebih penting.”. Ia menyebut kenyataan bahwa beberapa pemilik hanya mengejar pendapatan tanpa audit keselamatan adalah “bom waktu yang dibiarkan berdetak”.
“Keselamatan itu mahal,bahwa pola seperti ini adalah kesalahan klasik pemerintah daerah dan pengelola wisata. “Menunggu insiden terjadi dulu baru bertindak. Itu budaya lama yang seharusnya sudah ditinggalkan,”imbuhnya.
Jika pemerintah daerah dan pengelola wisata serius ingin memajukan pariwisata, maka fondasinya bukan sekadar tiket masuk atau spot foto. Fondasinya adalah keamanan pengunjung. Mulai dari inspeksi rutin, pos kesehatan permanen, hingga jalur evakuasi yang jelas.
Situasi ini memperkuat tuntutan kepada pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari sistem retribusi, penataan pedagang, keselamatan pengunjung, hingga regulasi parkir agar sesuai ketentuan menjadi prioritas utama.
Pantai Widuri memiliki nilai strategis sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun potensi tersebut tidak akan tercapai tanpa tata kelola profesional dan pengawasan konsisten. Para pemerhati pariwisata menilai, tanpa langkah konkret, destinasi ini akan sulit bersaing dengan pantai lain di Jawa Tengah yang dikelola lebih modern dan tertib.
Pembenahan menyeluruh menjadi keharusan, bukan hanya untuk mengangkat kembali citra Pantai Widuri, tetapi juga mengembalikan kepercayaan masyarakat,wisatawan dan kembalinya denyut perekonomian UMKM daerah.
Kerjasama pemerintah daerah,dinas terkait serta dukungan semua pihak sangat dibutuhkan,keberadaan pantai widuri di pemalang adalah aset investasi yang tidak ternilai harganya,menjaga dan merawatnya menjadi tanggung jawab bersama. (Red-Tim Liputan)











