News

Desa Belik Tegaskan Sikap: Dukungan Tambang Dicabut, Aspirasi Warga Jadi Prioritas Utama

×

Desa Belik Tegaskan Sikap: Dukungan Tambang Dicabut, Aspirasi Warga Jadi Prioritas Utama

Sebarkan artikel ini

Desa Belik Tegaskan Sikap: Dukungan Tambang Dicabut, Aspirasi Warga Jadi Prioritas Utama

RABN.CO.ID, PEMALANG – Pemerintah Desa Belik Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang mengambil langkah tegas dalam menyikapi polemik rencana pertambangan batuan (Galian C) yang berkembang di wilayahnya.Dalam audiensi yang berlangsung di Aula Jambe Kembar, Desa Belik, Senin (8/6/2026), aspirasi masyarakat mengemuka dengan kuat, pemerintah desa secara resmi menyatakan pencabutan dukungan terhadap rencana kegiatan pertambangan yang diajukan PT Payung Aji Barokah.

Audiensi yang dihadiri unsur Forkopimcam Belik, termasuk Kapolsek Belik, Danramil Belik, Kepala Desa Belik, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pemerhati lingkungan, serta warga Dukuh Rampak, berlangsung tertib dan kondusif. Forum tersebut menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang terkait dugaan aktivitas yang berkaitan dengan rencana Galian C di kawasan Desa Belik.

Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan aspirasi secara lugas dan seragam. Warga menegaskan penolakan terhadap rencana maupun aktivitas pertambangan yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, mengganggu keseimbangan ekosistem, serta memengaruhi kehidupan sosial masyarakat sekitar.

Salah satu tuntutan utama yang mengemuka adalah perlunya kesepakatan tertulis yang memiliki kekuatan moral dan administratif sebagai acuan bersama. Warga menilai dokumen tertulis penting untuk menghindari perbedaan penafsiran dan memastikan seluruh proses berjalan secara transparan.

Sorotan penting dalam audiensi muncul ketika Kepala Desa Belik, Nur Ajizah, menjelaskan bahwa musyawarah desa yang pernah dilaksanakan sebelumnya tidak membahas kegiatan pertambangan.

Menurutnya, pembahasan saat itu hanya berkaitan dengan rencana pemerataan lahan yang diperuntukkan bagi pembangunan pondok.Kepala Desa juga menjelaskan bahwa kegiatan pertambangan pada umumnya memerlukan cakupan lahan yang luas, sementara area yang menjadi pembahasan saat ini disebut hanya sekitar satu hektare.

Penjelasan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan kejelasan kepada masyarakat mengenai substansi pembahasan yang pernah dilakukan pemerintah desa.Momentum audiensi tersebut semakin menguat setelah Pemerintah Desa Belik mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan pencabutan dukungan terhadap rencana tambang Galian C di Dusun Kepetek.

Dalam surat pernyataan tertanggal 8 Juni 2026, pemerintah desa menyebut telah melakukan penelaahan ulang terhadap berbagai dokumen, rekomendasi, surat keterangan, maupun bentuk dukungan yang sebelumnya pernah diterbitkan.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sejumlah dokumen tersebut dinilai belum memenuhi aspek legalitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat secara ideal sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Pemerintah desa juga mempertimbangkan berbagai aspirasi, keberatan, dan masukan yang berkembang di tengah masyarakat.Atas dasar pertimbangan tersebut,Pemerintah Desa Belik menegaskan bahwa seluruh dokumen yang sebelumnya digunakan sebagai bentuk dukungan terhadap rencana pertambangan tidak lagi mencerminkan sikap resmi pemerintah desa saat ini.Pemerintah desa juga secara tegas menyatakan penolakan terhadap aktivitas pertambangan Galian C di wilayah Desa Belik demi menjaga kepentingan masyarakat, kelestarian lingkungan, ketertiban sosial, serta keberlanjutan pembangunan desa.

Keputusan tersebut menjadi penanda penting bahwa aspirasi masyarakat kini memperoleh penguatan dari pemerintah desa.

Dengan demikian, penolakan terhadap rencana tambang tidak lagi hanya menjadi suara warga, tetapi telah menjadi sikap resmi Pemerintah Desa Belik.

Di akhir audiensi, masyarakat kembali menegaskan harapannya agar seluruh proses yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan dan pembangunan di wilayah Desa Belik dilaksanakan secara terbuka, partisipatif, dan mengutamakan kepentingan bersama.

Kehadiran unsur TNI dan Polri turut mendapat apresiasi karena menjaga suasana dialog tetap aman, tertib, dan kondusif.

Namun satu pesan yang mengemuka dari Aula Jambe Kembar hari itu adalah pentingnya menempatkan aspirasi masyarakat, kelestarian lingkungan, dan tata kelola pemerintahan yang transparan sebagai landasan utama dalam setiap pengambilan kebijakan pembangunan di Desa Belik.

(Red/Rukhin)
Editor:Sofid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *